Close

Dermaga Lubuk Ulang Aling Membara. Lima Rumah, 11 Perahu Terbakar

TERBAKAR— Api dengan ganasnya membakar lima rumah, 11 mesin perahu timpek, dan satu unit sepeda motor di Dermaga Lubuk Ulang Aling.

SOLSEL, METRO – Dermaga Lubuk Ulang Aling di Jorong Kampung Baru, Pulau Panjang, Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Solok Selatan membara. Lima rumah, 11 mesin perahu timpek, dan 1 unit sepeda motor hangus terbakar.

Duka bencana banjir bandang beberapa waktu lalu akibat meluapnya Sungai Lubuk Ulang Aling masih belum berakhir, kini kembakaran kembali melanda dermaga Lubuk Ulang Aling. Meski tidak ada korban jiwa, namun keriguan warga setempat cukup besar.

Kebakaran tersebut terjadi Minggu (5/1). Informasi yang didapatkan dari Wali Nagari Lubuk Ulang Aling Jul Hendri, kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 10 pagi tersebut membuat 5 rumah yang terbuat dari kayu hangus. Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek dari rumah salah satu warga.

“Rumah-rumah kayu yang terbakar tersebut berada di dekat pinggiran Sungai Batang Hari. Semuanya ludes terbakar. Api menghanguskannya begitu cepat, hanya dalam waktu 15-30 menit. Beruntung tidak ada korban jiwa,” ujar Jul Hendri.

Menurutnya, sebanyak 11 unit mesin tempek tersebut ikut terbakar, karena perahu-perahu yang biasanya beroperasi untuk transportasi di Lubuk Ulang Aling, sementara waktu perahu tersebut tidak dapat beroperasi karena arus sungai yang deras. Dan mesinnya dititipkan di rumah-rumah yang terbakar tersebut.

Dijelaskannya, kelima rumah tersebut merupakan rumah petak kayu yang berdempetan. Sehingga menyebabkan api cepat menjalar dan menghabiskan kelima rumah tersebut.

“Dari lima rumah tersebut, empat rumah di huni, sedangkan yang satu lagi kosong,” ujarnya.
Menurutnya, tidak ada yang bisa diselamatkan, hanya tinggal baju di badan saja, dan seluruh keluarga korban saat ini sudah diungsikan.

Diterangkannya, korban yang rumahnya terbakar itu milik pasangan suami istri Ijal dan Pika. Kemudian keluarga suami istri Rais dan Iyan dengan dua orang anak bernama Nabilla dan Nadila. Keluarga suami istri Edi dan Esi dan dua orang anaknya bernama Alan dan suci. Terakhir, keluarga pasangan suami istri Riki dan Deli dengan dua anak bernama Delvin dan Aca.

Ia menambahkan, usaha pemadaman sudah dilakukan masyarakat dengan menggunakan alat seadanya seperti menggunakan mesin pompa robin. “Untuk pemadam kebakaran baik dari Solok Selatan maupun dari Dharmasraya tidak ada,” tuturnya.

Total penghuni dari empat rumah yang terbakar itu, sebanyak 15 jiwa dari empat kepala keluarga. Untuk sementara, keluarga yang terdampak tersebut menurut Jul Hendri mengungsi ke rumah-rumah saudara mereka sendiri.

“Termasuk salah seorang korban adik saya sendiri. Dan sekarang mengungsi ke rumah saya,” terang Wali Nagari Jul Hendri
Keluarga-keluarga yang saat ini rumahnya terbakar, juga merupakan keluarga yang terdampak akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu akibat meluapnya Sungai Batang Hari.

“ Sungguh kasihan kita, duka kebanjiran kemarin belum jusai, sekarang ditambah lagi duka kebakaran,” ungkapnya.

Kerugian sementara yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut, menurutnya ditaksir mencapai Rp 600 – 700 Juta. Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pemerintah daerah setempat, melalui Dinas Sosial dan juga pihak BPBD.

“Untuk tertulisnya akan segera kita laporkan. Tapi melalui telpon dan sms sudah langsung kita beritahukan,” jelasnya. (afr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top