Menu

Depresi, Akhiri Hidup di Tali Gantungan

  Dibaca : 446 kali
Depresi, Akhiri Hidup di Tali Gantungan
TERBUJUR— Jenazah Gusfriadi yang sempat ditemukan tergantung di rumah kontrakannya terbujur di hadapan para pelayat yang berdatangan sebelum pemakan dilakukan.

LIMAPULUH KOTA, METRO
Dua tahun setelah bercerai dengan istri tercinta, Gusfriadi (32) warga Jorong Panago, Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, Labupaten Limapuluh Kota, nekat mengakhiri hidup dengan seutas tali Nilon di falapon dapur rumah tempat tinggalnya, Kamis (18/6), sekitar pukul 19.00 Wib.

Diduga Gusfriadi mengalami depresi pasca bercerai dengan istri tercintanya. Mengingat setahun sebelumnya, Gusfriadi pernah mencoba melakukan aksi bunuh diri dengan seutas tali. Namun beruntung, aksi nekat Gusfriadi ketika itu cepat diketahui.

Namun naas Kamis (18/6) senja itu, Gusfriadi didapati oleh adiknya Zoni (17) sudah meninggal dunia dalam kondisi tegantung dengan seutas tali nilon di flapon Dapur tempat tinggalnya. Ketika itu, Zoni sengaja untuk melihat kakaknya karena disuruh sang ibu Gusneli Warti.

Dimana sebelumnya, sekitar pukul 18.00 Wib menjelang magrib, Gusneli Warti, mengantarkan nasi kerumah kontrakan korban, saat itu korban menolak nasi tersebut dan mengatakan tidak usah lagi mengantarkan nasi, dan korban menyerahkan nasi tersebut kepada ibunya.

Namun, ibu korban tetap meninggalkan nasi tersebut di dalam rumah kontrakan yang ditempati Gusfriadi yang tidak jauh dari rumah orangtuanya. Setelah itu ibu korban kembali pulang meninggalkan korban sendirian dirumah. Sekira pukul 19.90 WIB ibu korban menyuruh adik korban yang bernama Zoni untuk melihat korban di rumah kontrakannya.

Sesampai di rumah Gusfriadi, Zoni melihat rumah dalam keadaan gelap karena tidak ada lampu yang hidup. Setelah itu Zoni mencoba membuka pintu, namun semua pintu terkunci dari dalam. Karena gelap, Zoni kembali kerumah orangtuanya untuk mengambil senter dan mengajak temannya Aldo untuk menemaninya kerumah kontrakan korban.

Setelah sampai di rumah kontrakan Gusfriadi, Zoni dan Aldo mencoba melihat ke dalam rumah dengan mengintip dari jendela bagian belakang rumah atau dapur, alangkah terkejutnya sang adik, melihat kakaknya tergantung di plafon rumah. Melihat kejadian itu Zoni langsung menyampaikan kepada orangtuanya di rumah.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo, melalui Kapolsek Suliki, Iptu Rika Susanto, membenarkan ada seorang warga Jorong Pinago, Limbanang ditemukan dalam kondisi meninggal gantung diri dengan seutas tali nilon di plafon bagian dapur rumah tempat tinggal korban.

“Benar, ada warga kita yang meninggal gantung diri. Dan kita datang kelokasi dan kita lakukan identifiskasi serta olah TKP. Dan tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan dibagian tubuh korban.

Kemudian pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi,” sebut Kapolsek Suliki, Iptu Rika Susanto, kepada Wartawan.

Disampaikannya, kuat dugaan korban mengalami depresi setelah berpisah dengan istrinya. “Diduga korban mengalami depresi akibat bercerai dengan istrinya sejak dua tahun lalu. Dan dari keterangan yang kita peroleh, setahun sebelumnya korban juga pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri,” jelas Kapolsek yang dikenal dekat dengan awak media ini.

Camat Suliki Ricky Edwar, menyebut bahwa memang ada warganya yang meninggal karena gantung diri. “Perisiwa itu benar, korban sudah dimakamkan pihak keluarga. Informasinya korban selama ini tinggal sendirian di ruman karena sudah berpisah dengan istrinya sejak beberapa tahun lalu. Sebelumnya korban kami dengar juga pernah melakukan percobaan aksi bunuh diri,” sebut Camat. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional