Menu

Densus 88 Tangkap 9 Terduga Teroris di Sumbar

  Dibaca : 461 kali
Densus 88 Tangkap 9 Terduga Teroris di Sumbar
Densus 88 Tangkap 9 Terduga Teroris di Sumbar

JAKARTA, METRO
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap sembilan terduga teroris yang masuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kesembilan tersangka itu di wilayah Kota Padang dan Kabupaten Dharmasya dalam waktu sepekan yaitu tanggal 21 Juli hingga 27 Juli 2020.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiono mengatakan penangkapan pertama dilakukan pada Selasa (21/7) terhadap tersangka FD alias Bima (22), HC alias Abu Randu (44), S (38), H alias Abu Qori (37), AF (20), FA alias Abu Said (37), serta B alias Abu Rahmat (49). Para terduga teroris memiliki pekerjaan sehari-hari yang beragam.

“S, HC alias Abu Qori, serta FA alias Abu Said bekerja sebagai pedagang. Kemudian, FD alias Bima merupakan karyawan swasta, HC alias Abu Randu merupakan pemilik usaha jasa pengiriman, AF merupakan terapis bekam, dan B alias Abu Rahmat merupakan pekebun. Ketujuh tersangka berperan sebagai anggota kelompok JAD Padang,” kata Brigjen Pol Awi dikutip dari Live Streaming YouTube Tribrata TV Humas Polri, Selasa (18/8).

Dijelaskan Brigjen Pol Awi, penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka FD alias Bima, dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 20 barang bukti dan HC alias Abu Randu, dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 12 barang bukti. Keduanya ditangkap pada pukul 07.30 WIB di depan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Padang, Jalan DR. Sutomo, Kota Padang, Sumatera Barat.

“Kemudian S, ditangkap pukul 13.52 WIB, di Jalan Bawah Duku Mas, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang dan diamankan sebanyak enam barang bukti. Kemudian, FA alias Abu Said, dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 27 barang bukti dan B alias Abu Rahmat, dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 3 barang bukti. Keduanya ditangkap sekitar Pukul 17.04 Wib di Jalan Koto Tuo, Kelurahan Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang,” jelas Brigjen Pol Awi.

Sejalnjutnya, ditambahkan Brigjen Pol Awi, tersangka H alias Abu Qori juga ditangkap di hari yang sama pukul 18.06 WIB di Jalan By Pass Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dengan barang bukti yang diamankan sebanyak delapan barang bukti.

“Tersangka AF ditangkap pukul 18.20 WIB di Ruko Rasyana Exprees, Jalan Balai Gadang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dengan barang bukti yang diamankan sebanyak delapan barang bukti,” ujar Brigjen Pol Awi.

Brigjen Pol Awi menuturkan, tersangka kedepalan yaitu, PI alias Ibrahim, ditangkap pada Sabtu (25/7) pukul 06.47 WIB di Pasar Baru Sungai Rumbai, Jorong Balai Tangah, Kenagarian Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya. Keterlibatan di antaranya, anggota kelompok JAD Sumbar atau Kelompok May Yusral alias Pak Umar yang ditangkap pada 13 Agustus 2018 lalu.

“Keterlibatan PI alias Ibrahim lainnya yaitu, pada  4 Maret 2018, 25 Maret 2018, 27 April 2018 malam hingga 30 April 2018, yang bersangkutan mengikuti pelatihan menggunakan senjata api rakitan bersama kelompok JAD Sumbar yang dipimpin May Yusral als Pak Umar di Bukit Banda Cangkiang, Lubuk Minturun, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang,” ungkap Brigjen Pol Awi.

Selain itu, PI alias Ibrahim juga pernah diperintahkan oleh May Yusral alias Pak Umar untuk melakukan survei terhadap tempat yang cocok untuk melakukan tindak pidana terorisme di kantor-kantor polisi. Yang bersangkutan sudah siap untuk melaksanakan tindak pidana terorisme, berniat hijrah ke Suriah,  serta barang bukti yang diamankan sebanyak 3 barang bukti.

Terakhir, tersangka Z alias Zul, ditangkap Senin,  (27/7) pukul 06.20 WIB di Kota Padang, Sumatra Barat. Keterlibatan di antaranya merupakan anggota kelompok JAD Sumbar, Daftar Pencarian Orang (DPO) kelompok May Yusral alias Pak Umar, mengikuti pelatihan dengan menggunakan senjata api rakitan bersama kelompok JAD Sumbar yang dipimpin May Yusral alias Pak Umar.

“Tersangka dikenakan Pasal 15 jo Pasal 7 dan Pasal 13 huruf C UU RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme, dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup,” pungkasnya. (jpg)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional