Close

Dengan Listrik PLN, Industri Crusher Efisien Hingga 60%

JADI PELANGGAN--PT Sumbar Calcium Pratama, bisnis crusher besar di daerah Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota resmi jadi pelanggan PLN, pada Kamis (30/06).

HALABAN, METRO–PT Sumbar Calcium Pratama, bisnis crusher besar di daerah Halaban Kabupaten Lima Puluh Ko­ta resmi jadi pelanggan PLN, pada Kamis (30/06). Pelanggan industri tersebut bergabung dengan da­ya 555 kVA. Lidya Elka, pemilik crusher mengatakan, rencana dediselisasi atau beralih dari pembangkit sendiri ke suplai energi listrik PLN ini telah lama direncanakan karena secara kalkulasi PLN terbukti lebih menguntungkan.

‘’Para pimpinan kami sudah memutuskan untuk beralih ke PLN sejak beberapa tahun lalu. Namun cru­sher sempat berhenti bero­perasi, dampak dari pandemi Covid-19. Maka kami menunda penyambungan listrik ke PLN. Sekarang crusher sudah beroperasi kembali, suplai listrik dari PLN akan sangat bermanfaat bagi kami,’’ terang Lidya.

Lidya menyampaikan, sebelumnya PT Sumbar Calcium Pratama beroperasi dengan pembangkit berkapasitas 2 x 250 kVA berbahan bakar solar. ‘’De­ngan pembangkit tersebut kami membutuhkan solar sekitar 20.000 liter untuk 1 bulan beroperasi. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp.380 Juta. Masih ditambah dengan biaya perawatan dan operasional lainnya. Setelah dikalkulasikan, jika beralih ke PLN efisiensi mencapai 60%,’’ terangnya kemudian.

Selain itu, ungkap Li­dya, pasokan solar saat ini pun sulit. ‘’Dengan beralih ke listrik PLN kami tidak perlu berulang kali melakukan pembelian solar. Apa­lagi solar saat ini sudah sulit. PLN membuat semua lebih mudah. Semua suplai dari PLN, operasional dari PLN, bebas biaya perawatan pembangkit mandiri. Kami hanya tinggal mela­kukan pembayaran tiap bulan,’’ ungkapnya.

Randi Kosiwa, PLT Ma­nager PLN UP3 Payakumbuh mengatakan, PLN be­ru­paya mendukung pelaku industri dan bisnis dengan layanan terbaik dan suplai listrik andal. ‘’Ada banyak industri serupa PT Sumbar Calcium Pratam yang berada di kawasan Halaban dan sekitarnya. PLN sudah memastikan kawasan ini disuplai dengan jaringan yang andal. Jadi harapannya PT-PT lain yang belum beralih ke PLN dapat yakin untuk segera beralih ke PLN,’’ lanjutnya.

Hal senada diungkapkan Manager Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Pa­yakumbuh, Doni Eka Putra yang turut hadir dalam e­nergizing crusher tersebut.

“Pertumbuhan premium di Payakumbuh kembali meningkat usai Pandemi, ini menunjukan sinyal positif pemulihan ekonomi khu­susnya di sektor bisnis dan industri. Kami sangat ber­terima kasih atas kepercayaannya para pelanggan kepada PLN,” ungkap Doni.

Disampaikan Lidya, industri crusher membutuhkan jaringan andal karena operasional mesin yang membutuhkan listrik tanpa jeda. ‘’Padam lebih dari beberapa detik akan me­rugikan kami. Karena jika listrik padam, mesin pe­ngolah batu harus disetting lagi dari awal. Merugikan waktu, tenaga, dan produksi,’’ sampainya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top