Close

Demo Penolakan Kenaikan Harga BBM di Kota Bukittinggi, Massa Gelar Shalat Jenazah

UNJUK RASA— Ratusan mahasiswa di Kota Bukittinggi, menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD yang dikawal oleh personel Kepolisian. Mereka melakukan aksi salat jenazah menggambarkan kekecewaan atas matinya rasa keadilan.

BUKITTINGGI, METRO–Ratusan mahasiswa di Kota Bukittinggi, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD setempat, mereka me­lakukan aksi Shalat Jenazah menggambarkan kekecewaan atas matinya rasa keadilan.

”Kami kecewa, bukti keti­dakadilan itu terjadi, semua harga naik, matinya keadilan kami gambarkan dengan cara Shalat Gaib Jenazah di hadapan Bapak Dewan,” kata salah seorang orator mahasiswa, Fariz di Bukittinggi, Kamis.

Mahasiswa yang berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu menyatakan kehadiran mereka di DPRD Bukittinggi untuk menyampaikan kekecewaan dengan keputusan pemerintah yang dianggap tidak memihak rakyat kecil.

”Ini tidak akan berhenti sampai di sini, kami akan terus mengawal setiap kebijakan yang tidak pro rakyat, urgen saat ini adalah kenaikan harga BBM yang akan memicu naiknya harga-harga,” kata Fariz.

Aksi ini dikawal oleh ratusan aparat keamanan gabungan dari TNI Polri dan Satpol PP Kota Bukittinggi.

Mahasiswa sempat menyampaikan kekecewaannya kepada Anggota DPRD yang hanya diwakili oleh enam orang.

”Kami jangan diajak untuk masuk ke dalam gedung dewan, kami ingin ditemui di sini, masih ingatkah Bapak Dewan saat dulu juga mengemis kepada kami untuk dipilih,” pekik seorang mahasiswa yang be­rorasi.

Menurut mahasiswa ini, mereka sejak beberapa hari kebelakang telah melakukan kajian dan merespon pemerintah dengan empat tuntutan.

Pertama, IMM Bukittinggi menyatakan Pemerintah Indonesia tidak taat kepada Konstitusi Negara.

Kedua, Menolak kenaikan BBM bersubsidi di Indonesia menimbang Konstitusi UUD 1945 terkhusus berbicara tentang ekonomi bumi air dan isinya di kuasai oleh Negara untuk kesejahteraan rakyat.

Ketiga, Meminta pemerintah untuk mencabut kebijakan kenaikkan tarif BBM dan keempat, kembali kepada sistem Ekonomi Kerakyatan.

Anggota DPRD yang hadir dan akhirnya berkumpul bersama mahasiswa itu adalah, Rusdi Nurman, Herman Sofyan, Ibrayaser, Nur Hasra dan Abdul Rahman serta Erdisom Nimli.

”Kami mendukung permintaan rekan mahasiswa, kami juga meminta harga kembali turun, kami siap berjuang dengan mahasiswa, hari ini kami terima dan langsung rekomendasikan ke pusat,” kata Rusdi Nurman.

Aksi unjuk rasa berjalan lancar meski terlihat orasi dan teriakan yang disampaikan mahasiswa kepada Polisi dan Anggota DPRD. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top