Menu

Demo Malaysia: Belum ada Kebijakan Pemulangan TKI Asal Sumbar

  Dibaca : 1317 kali
Demo Malaysia: Belum ada Kebijakan Pemulangan TKI Asal Sumbar
Delviola Mawaddah 1804078 Prodi S1 Farmasi, Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS)
Demo malaysia

Demonstran kaos kuning di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Astro Awani)

PADANG, METRO–Kekhawatiran akan ricuhnya aksi demo di Malaysia yang menuntut pelengseran Perdana Menteri (PM) Malaysia, memberi ketakutan kepada tenaga kerja Indonesia asal Sumbar, Pemprov Sumbar belum akan mengeluarkan kebijakan untuk memulangkan TKI asal Sumbar tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Syofyan mengatakan, semenjak tahun 1990 hingga saat ini, setiap tahunnya ada pengiriman TKI asal Sumbar sebanyak 50 orang. Artinya, hingga saat ini sudah ada sekitar 1250 orang TKI asal Sumbar di Malaysia.

”Kalau dari tahun 1990 itu ada sebanyak 50 orang TKI yang berangkat ke Malaysia. Namun ada juga mereka yang berangkat dengan mandiri,” ujar Syofyan saat ditemui di Auditorium Gubernuran, Senin (31/8).

Sedangkan untuk pemulangan TKI yang saat ini ada di Malaysia tersebut katanya, masih menunggu kebijakan dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Sehingga, saat ini pihaknya belum mendapat konfirmasi resmi dari BNP2TKI tersebut.

”Kalau kondisinya memburuk, kita akan koordinasikan dengan pemerintah pusat. Saat ini memang belum ada pemulangan. Tapi nanti jika ada pemulangan, mungkin TKI asal Sumbar dipulangkan melalui Kepulauan Riau. Karena disana lebih dekat,” jelasnya.

Sebelumnya dia juga pernah mengatakan, pekerja profesional yang berasal dari Sumbar juga banyak di Malaysia. Ia mencontohkan seperti dosen, dokter, perawat dan tenaga profesi lainnya. Namun saat ini Disnakertrans belum memiliki data yang akurat terkait itu.

Saat ini, katanya, dari semua TKI asal Sumbar yang terdaftar, hanya ada di Malaysia. Jumlahnya ada sekitar 736 TKI yang berasal dari Sumbar. “Kalau orang Sumbar ini juga milih-milih mau jadi TKI. Maunya itu palingan di Malaysia karena kondisi disana tak begitu beda dengan di kampungnya. Apalagi disana juga telah banyak keluarganya,” tuturnya.

Sementara, saat ini tengah ada demonstrasi besar-besaran dari massa prodemokrasi untuk menuntut pelengseran PM Malaysia, Najib Razak yang masih berlanjut hingga Senin (31/8). Para demonstran yang tergabung dalam kelompok “Bersih” menyerukan reformasi di Malaysia.

Demo reformasi di Malaysia dipicu adanya skandal dugaan korupsi di lembaga keuangan negara Malaysia yang dikenal dengan nama 1MDB. Lembaga yang dipimpin PM Najib itu, dililit utang dalam jumlah besar. Namun dalam momen bersamaan, ada aliran dana multi juta dolar yang mengalir ke rekening pribadi PM Najib.

Sementara itu, para polisi Malaysia terus siaga di Kuala Lumpur. Demo menentang PM Najib ini dikhawatirkan akan mengulang demo besar beberapa tahun silam. (d)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional