Menu

Demo Kantor Gubernur saat IP Baminantu, Aliansi Masyarakat Minang Minta Boikot Produk Prancis

  Dibaca : 209 kali
Demo Kantor Gubernur saat IP Baminantu, Aliansi Masyarakat Minang Minta Boikot Produk Prancis
DEMO PRANCIS— Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Minang menggelar aksi unjuk rasa boikot produk Prancis di depan Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (6/11).

PADANG, METRO
Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Minang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Jumat (6/11) untuk memprotes sikap Presiden Perancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina Islam.
Para pendemo berasal dari Aliansi Masyarakat Minang, di antaranya FPI, FMI, HILMI dan lainnya, mendatangi gedung Pemprov Sumbar sekitar pukul 14.00 WIB sekitar ratusan peserta demo.

Massa menyatakan, penghinaan tersebut berupa pelecehan yang dilakukan oleh orang nomor satu di Prancis terhadap Nabi Muhammad SAW. Terkait hal itu, para pendemo mengecam dan melaknat orang-orang yang telah menghinaan kepada junjungan.

Selain itu, tujuan pendemo di depan gedung Pemprov Sumbar meminta pernyataan sikap agar para petinggi-petinggi Sumatera Barat untuk memboikot produk-produk negara Prancis.

“Kami melaknat orang-orang yang telah melecehkan Nabi kami, panutan kami. Meminta para pemimpin sampaikan pernyataan sikap untuk memboikot produk dari Negara Prancis,” ujar Aldi Sanusi selaku koordinator aksi.

Dalam unjuk rasa tersebut, juga dipaparkan produk-produk dari negara yang telah menghina Nabi Muhammad SAW, seperti Garnier, Loreal, Mizone, Danone dan lainnya.

Sebanyak enam tuntutan yang disampaikan Aliansi Masyarakat Minangkabau berkaitan pernyataan presiden Emanuel Macron yang melecehkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. “Pada kesempatan ini kami sampaikan pernyataan dan melaknat presiden Prancis yang telah menghina Nabi Muhammad SAW,” ujar Aldi.

Juga disampaikan agar Pemprov Sumbar mengecam secara tegas untuk dilakukan pemboikotan produk-produk Negara Prancis. “Sebanyak enam tuntutan yang kami sampaikan yang salah satunya minta pemerintah mengatakan sikap untuk memboikot produk Prancis,” sebutnya lagi

Sementara keenam tuntutan itu yakni, pertama, kepada umat islam sedunia untuk memboikot produk-produk dari prancis sebagai bentuk protes atas tindakan presidennya yang secara jelas menghina Nabi Muhammad SAW.

Kedua, meminta pemerintah NKRI memberikan peringatan tegas dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Prancis sampai ada permohonan maaf dari presidennya kepada seluruh umat Islam sedunia.

Ketiga, meminta dan mendukung kebijakan negara-negara organisasi konferensi islam (OKI) agar satu suara dalam memboikot Prancis dari hubungan nasional sampai ada permohonan maaf dari presidennya.

Keempat, meminta Uni Eropa dan PBB menekan negara Prancis untuk memperbaiki sikapnya yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi, persatuan dan perdamaian dunia. Kelima, kepada semua pihak untuk komitmen menjaga nilai-nilai luhur kemanusiaan, perdamaian dan keadilan seluruh dunia.

Keenam, kepada umat muslim seluruh dunia untuk terus menjaga kecintaan kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW dengan senantiasa isqomah dalam beribadah, menjalankan sunnah Rasulullah, senantiasa berdakwah dan menghidupkan agama dalam aspek kehidupan. Aksi sendiri berjalan damai hingga akhirnya massa membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB.

Melalui aksi orasi massa yang hadir meminta kehadiran Gubernur Sumbar. Sayang, Gubernur Irwan Prayitno sedang melaksanakan alek anaknya di rumah dinas di seberang jalan. Tetapi yang datang menemui massa, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumbar, Nazwir.

Nazwir menyatakan bahwa Gubernur Sumbar sedang mempunyai agenda kegiatan, sehingga diwakili oleh Kesbangpol Provinsi Sumbar. “Mohon maaf, saat ini Gubernur Sumbar memiliki agenda kegiatan, sehingga kami dari Kesbangpol mewakili,” ucapnya.

Nazwir mengucapkan terima kasih kepada perhatian yang dilakukan oleh masyarakat terhadap fenomena yang terjadi. “Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang peduli terhadap permasalahan yang ada. Semoga apa yang kita lakukan bersama menjadi ladang amal untuk semua,” tutupnya.

Setelah mendengar jawaban dari Kepala Kesbangpol Nazwir, Aliansi Masyarakat Minang Sumatera Barat membubarkan diri. Aksi orasi berlangsung aman dan terkendali. (r/fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional