Menu

Debat Publik Cakada Bukittinggi II, Pilih Pemimpin dengan Rasional, Bukan Emosional

  Dibaca : 125 kali
Debat Publik Cakada Bukittinggi II, Pilih Pemimpin dengan Rasional, Bukan Emosional
DEBAT PUBLIK— KPU Kota Bukittinggi menggelar debat publik calon kepala daerah Kota Bukittinggi yang kedua kalinya, Minggu (29/11).

BUKITTINGGI, METRO
KPU Kota Bukittinggi menggelar debat kandidat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi pada Pilkada Serentak tahun 2020 kedua di Hotel Grand Royal Denai, Minggu (29/11). Seperti sebelumnya, debat publik dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan, disiarkan langsung melalui siaran digital live streaming TVRI Sumbar.

Ketua KPU Bukittinggi, Heldo Aura, menyampaikan debat publik calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi dilaksanakan sebagai bentuk fasilitasi KPU dalam sosialisasi seluruh pasangan calon. Dimana, debat publik juga menjadi momentum kontestasi masing-masing paslon untuk beradu gagasan, ide dan visi misi. “Pada debat publik putaran kedua ini, KPU mengangkat tema tata kelola pemerintahan, pelayanan pubik dan kesatuan bangsa,” ujar Heldo.

Ketua KPU menambahkan, debat publik, menjadi momentum adu ide dan konsep untuk membangun kesejahteraan masyarakat Bukittinggi. Debat juga dilakukan untuk mendidik pasar pemilih, sehingga para pemilih memiliki referensi untuk memberikan hak pilihnya dalam bilik suara, 9 Desember mendatang.

Demokrasi akan semakin matang jika masyarakat memilih pemimpin secara rasional, bukan emosional. Untuk itu, mari ciptakan kampanye dan pilkada yang kondusif, stabil, aman dan damai,” kat Heldo.

Debat publik calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi putaran kedua, dimoderatori oleh, Aidinil Zetra, Wakil dekan I bidang akademik dan juga dosen ilmu politik Fisip Unand. Debat berlangsung dalam lima segmen.

Dalam debat tersebut, Paslon 02 dalam visi misinya terkait tema, menyampaikan, pembangunan publik bukan hanya fisik saja, tapi lebih penting juga bagaimana mengembangkan SDM. Pemimpin harus jadi pelayan dan bukan mengedepankan kekuasaan. Erman Safar-Marfendi akan mengedepankan prinsip pemerintahan beradab dan religius serta mengembangkan program smart city.

Paslon 03, dalam visi misinya terkait tema, menyampaikan, melihat kondisi kekinian, mengedepankan visi Bukittinggi sehat, baik sehat fisik, sehat ekonomi dan sehat kesehatan masyarakat.

Irwandi-David akan melakukan pendekatan pemerintahan yang melayani, berorientasi pada hasil bukan pada kekukasaan, dengan mewujudkan smart government, recruitmen ASN yang profesional, Portal layanan, dengan KTP hak masyakat bisa dilakukan secara online.

Paslon 01, dalam visi misinya, menjelaskan, bahwa selama hampir lima tahun terakhir ini, masyarakat telah membantu dan mendukung pembangunan di berbagai bidang yang telah dilaksanakan oleh pemerintah. Sehingga dalam empat tahun terakhir, Bukittinggi menerima 530 penghargaan baik dari pusat, regional dan provinsi.

Untuk lima tahun ke depan, Ramlan-Syahrizal akan melanjutkan dan mengembangkan apa yang telah dikerjakan sebelumnya dengan 3 misi yang bersentuhan langsung dengan tema, Pembangunan SDM, membangun sarana prasarasan kota yang terpadu dan mewujudkan nilai tata kelola pemerintahan yang baik. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional