Menu

Datangi Pasar Bandar Buat, Polisi Sosialisasi dan Berikan Edukasi Covid-19

  Dibaca : 138 kali
Datangi Pasar Bandar Buat, Polisi Sosialisasi dan Berikan Edukasi Covid-19
DATANGI PASAR— Personel gabungan yang terdiri dari Satbrimob Polda Sumbar dan Polsek Lubukkilangan mendatangi Pasar Bandar Buat untuk memberikan edukasi Covid-19.

LUKI, METRO
Setelah disahkannya peraturan daerah (Perda) tentang Adaptasi Kebiasaan Baru terkait sanksi denda hingga kurungan bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19, pihak kepolisian mulai gencar melakukan sosialisasi dan imbauan serta edukasi Covid-19 kepada masyarakat.

Seperti yang terlihat di kawasan Pasar Bandar Buat, Kecamatan Lubukkilangan, Senin (14/9). Sekitar 50 personel gabungan yang terdiri dari Satbrimob Polda Sumbar dan personel Polsek Lubukkilangan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Lubukkilangan, AKP Edriyan Wiguna mendatangi kawasan tersebut untuk memberikan edukasi Covid-19.

Dalam kegiatan yang berlangsung lebih kurang satu jam dan menggunakan pengeras suara, AKP Edriyan Wiguna memberikan imbauan agar pengunjung Pasar Bandar Buat selalu mengatur jarak, mencuci tangan dan selalu menggunakan masker.

“Selain itu, kami juga memberikan dan memasangkan masker kepada pengunjung yang kedapatan belum menggunakan masker. Seperti yang kita ketahui, masker adalah satu hal penting yang harus selalu digunakan ditengah pandemi seperti ini. Jadikan masker tersebut seperti kita mempunyai sebuah handphone (HP) yang apabila tertinggal di rumah apabila kita bepergian, terasa ada yang kurang dalam hidup kita,” ujar AKP Edriyan usai kegiatan.

AKP Edriyan Wiguna menambahkan, tujuan dari kegiatan ini dalam rangka memberikan informasi edukasi kepada masyarakat terkait penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. “Harapannya bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” sebutnya.

Ia menjelaskan, bahwa dalam kegiatan disosialisasikan juga cara menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yaitu dengan rutin mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dengan air mengalir dan social distancing, penggunaan masker dan etika batuk.

“Kami harap masyarakat lebih sadar akan pentingnya protokol kesehatan. Karena apapun diperlukan peran serta semua pihak dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” AKP Edriyan Wiguna.

Ia mengungkapkan, dalam rangka mencegah penularan Covid-19, pihaknya bersama instansi terkait tidak berhenti memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang protokol kesehatan.

“Pada hari ini (kemarin) dengan pedagang di pasar dan pertokoan sekitarnya menjadi sasaran sosialisasi. Harapannya masyarakat bisa mendukung pencegahan Covid-19 dengan menerapkan informasi yang Kami berikan ini,” tukasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Lubukkilangan AKP Edriyan Wiguna, Danton A Brimob Ipda Efka Efki, Danton Ipda Tomi Hendri, Kanit Reskrim Iptu Suwantri, Kanit Provost Ipda Zerdam, Panit Binmas Ipda Marwan Dalimunte, Kanit Intelkam Iptu Akhirman, Pasi Intel Brimob Iptu Kholid.

Seperti diketahui sebelumnya, DPRD Sumatera Barat (Sumbar) telah mengesahkan Perda tentang Adaptasi Kehidupan Baru (ABK) dengan memberikan hukuman denda dan kurungan penjara bagi pelanggar protokol kesehatan.

Diketahui, ketentuan pidana diatur pada pasal 110 ayat 1, di mana setiap orang yang melanggar kewajiban menggunakan masker sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat 1 huruf d angka 2, bisa dipidana dengan kurungan paling lama 2 hari atau denda paling banyak Rp250 ribu. Tindak pidana itu hanya dapat dikenakan apabila sanksi administratif yang telah dijatuhkan tidak dipatuhi atau pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali.

Jeratan hukum juga diberlakukan untuk setiap penanggung jawab kegiatan atau usaha yang melanggar kewajiban penerapan protokol kesehatan. Dalam Pasal 111, disebutkan para pelaku usaha yang melakukan pelanggaran diancam pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp15 juta.

Pemerintah daerah juga dapat membentuk tim terpadu penegakan protokol kesehatan. Tim terpadu penegakan hukum terdiri dari Satpol PP Provinsi, perangkat daerah terkait, unsur kepolisian, TNI, dan unsur instansi serta pemerintah kabupaten/kota.

Berikut ini beberapa pasal dalam Perda tentang Adaptasi Kebiasaan Baru yang mengatur kewajiban hingga sanksi. Pasal 12: Setiap orang dalam penyelenggaraan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, (a) Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam beraktivitas, (b) Menjaga daya tahan tubuh, (c) Melakukan wudhu bagi yang beragama Islam, (d) Menerapkan perilaku disiplin pada aktivitas.

Pasal 106: Dalam pelaksanaan penegakan hukum, Pemerintah Daerah dapat membentuk tim terpadu penegakan hukum protokol kesehatan, dalam penegakan dan pengendalian Covid-19. Tim terpadu penegakan hukum terdiri dari Satpol PP Provinsi, perangkat daerah terkait, unsur kepolisian, TNI dan unsur instansi serta pemerintah kabupaten kota.

Pasal 110: Setiap orang yang melanggar kewajiban menggunakan masker, sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 ayat 1 huruf d angka 2, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 hari, atau denda paling banyak Rp250 ribu. Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dikenakan apabila sanksi administrasi yang telah dijatuhkan tidak dipatuhi atau pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali.

Pasal 111: Setiap penanggungjawab kegiatan/usaha yang melanggar kewajiban penerapan perilaku disiplin protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan/usaha dan aktivitas lainnya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 15 Juta.

Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dikenakan apabila sanksi administratif yang telah dijatuhkan tidak dipatuhi atau pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali. Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelanggaran. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional