Menu

DAS Batang Kuantan Butuh Penghijauan, Polres Sijunjung Tetapkan Kawasan Hutan Bhayangkara

  Dibaca : 120 kali
DAS Batang Kuantan Butuh Penghijauan, Polres Sijunjung Tetapkan Kawasan Hutan Bhayangkara
FOTO BERSAMA— Penanaman pohon di daerah aliran sungai Batang Kuantan dilakukan. Kawasan tersebut juga ditetapkan sebagai kawasan hutan Bhayangkara Polres Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO
Penanaman pohon di daerah perbukitan dan aliran sungai Batang Kuantan, Nagari Silokek digelar Polres Sijunjung bersama pemerintah daerah serta instansi terkait. Selain untuk penghijauan, penanaman pohon juga bertujuan untuk mengantisipasi bencana alam serta upaya kelestarian lingkungan, Rabu (4/11).

Lokasi kawasan hutan yang dilakukan penanaman pohon bertempat di Jorong Sangkiamo, Nagari Silokek tersebut juga dinamakan dengan kawasan hutan Bhayangkara Polres Sijunjung, yang terletak di sealiran tepi sungai Batang Kuantan.

Berbagai jenis pohon ditanam didaerah tersebut yang dilakukan Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan bersama dinas terkait dan Kepala BPDASHL (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan lindung) Provinsi Riau. Pada kegiatan itu juga melibatkan masyarakat setempat secara langsung.

Kapolres Sijunjung AKBP Andri Kurniawan S.IK, M.Hum mengatakan, masyarakat setempat agar terus melanjutkan penanaman pohon supaya lingkungan tetap asri dan menjaga ekosistem, terutama didaerah yang rawan terjadinya bencana alam akibat rusaknya lingkungan. “Bibit pohon yang ditanam tersebut sangat bagus dan bermanfaat jika sudah besar nantinya, karena pohon yang ditanam seperti buah Amatoa, manggis, durian dan lainnya. Disamping untuk penghijauan, buahnya juga bisa dimanfaatkan nantinya,” tutur Kapolres Sijunjung.

Penanaman pohon di kawasan hutan yang ditetapkan sebagai Hutan Bhayangkara itu lebih ditujukan sebagai upaya pemulihan daerah aliran sungai. “Hal ini dilakukan mengingat kondisi disekitar sungai sangat memprihatinkan. Kelestarian alam dan ekosistem di dalam tetap harus terus dijaga, tujuannya tetap untuk kehidupan kita,” terang Andry Kurniawan.

Daerah aliran sungai Batang Kuantan merupakan salah satu kawasan yang perlu diperhatikan,  dimana beberapa titik ditemukan kerusakan berupa tebing sungai longsor atau tergerus arus air karena tidak adanya penahanan. Sehingga perlu upaya untuk pemulihan. AKBP Andry Kurniawan menuturkan, daerah aliran sungai dalam perawatannya tetap harus melibatkan masyarakat mengingat panjangnya aliran sungai.

“Keterlibatan dan peran masyarakat sangat penting. Terutama meningkatkan kesadaran untuk itu. Kelestarian lingkungan perlu dijaga dari kerusakan, dimulai dari diri kita sendiri, setidaknya dengan tidak membuang sampah atau limbah ke sungai, yang bisa merusak lingkungan,” jelasnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional