Menu

Dapat Merusak Perkembangan Anak Oma-Oma Minta Andre Protes Tayangan Televisi

  Dibaca : 96 kali
Dapat Merusak Perkembangan Anak Oma-Oma Minta Andre Protes Tayangan Televisi
KELOMPOK SENAM— Andre berfoto bersama kelompok senam di shelter Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara.

ULAK KARANG, METRO – Sekelompok emak-emak yang menjuluki diri mereka Kumpulan Ibu Ibu Senam Selter (Kiss), Ulakkarang, Padang Utara meminta Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menghapuskan tayangan tidak mendidik pada media televisi. Sebagai orang tua, mereka resah dengan tayangan televisi terkini.

“Sejauh ini kami lihat ada beberapa tayangan televisi yang kurang pantas dilihat anak-anak. Misalnya pada tayangan di waktu Maghrib tiba yang menampilkan azab azab dunia nan terbilang mengada ada,” terang Lili Saedah, anggota Kiss saat Andre Rosiade saat berkunjung ke Wisma Indah Shleter, akhir pekan lalu.

Dia menginginkan, tak ada lagi tayangan seperti itu. Karena dapat memengaruhi pikiran anak-anak. “Apakah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tidak menyaring hal tersebut Pak? Apakah mereka tidak memikirkan hal itu akan dilihat anak-anak? Apalagi ditayangkan pada waktu maghrib,” ujarnya.

Mereka meminta Andre Rosiade untuk memprotes KPI Pusat, terkait tayangan-tanyangan televisi yang tidak berbobot. Kalau tidak, tentu akan semakin merusak perkembangan anak. “Kalau Pak Andre kan di pusat, tentu bisa langsung bicara dengan KPI yang ketuanya orang Sumbar itu. Kami mohon ini diperhatikan,” katanya.

Selain itu, dalam dunia pendidikan, anggota Kiss juga mengeluhkan tekanan yang didapat anak-anak pada pelajaran yang didapat. Menurut mereka tuntutan pelajaran ter sebut cukup berat dan terlalu memaksa anak-anak dalam belajar di usia dini serta dinilai tidak efisien.

Lokasi tempat ibu-ibu yang juga menamai diri mereka Oma-Oma Militan Wisma Indah pendukung Prabowo-Sandiaga Uno itu bersenam adalah satu dari sejumlah shelter tsunami yang ada di Kota Padang. Setiap akhir pekan, shelter itu ramai digunakan untuk kegiatan olahraga. Selain itu, juga upaya untuk meramaikan tempat yang nantinya digunakan untuk evakuasi tersebut.

Andre Rosiade yang datang dengan kostum senam berterima kasih atas masukan yang diberikan KISS dan Oma-Oma Militan soal tayangan televisi. Dia sendiri, sebagai orang tua, juga tidak membolehkah anak-anaknya menonton acara yang tidak baik. Karena, pertumbuhan anak mudah dipengaruhi oleh televisi dan tayangan-tayangannya.

”Kami akan mencoba menghubungi pihak KPI untuk mengatasi hal ini dan ibu ibu juga diharapkan memberikan surat keberatan pada KPI. Selain itu Andre juga mengharapkan ke depannya TV dimatikan saat Maghrib tiba hingga abis shalat Isya. Karena itu merupakan salah satu jadwal ibadah umat islam,” ujar Andre.

Andre mengaku juga berteman dengan Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis sejak lama. Dosen Fisip Unand itu, katanya, cukup sering berdiskusi dalam agenda-agenda di Jakarta. “Insya Allah, kami akan langsung menyampaikan keluhan warga Sumbar ini. Karena pastinya juga menjadi keluhan ibu-ibu di Indonesia,” kata calon anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 ini.

Dalam dunia pendidikan, Andre mengakui akan beratnya tekanan anak anak dalam menjalani masa belajarnya. Dari kelas satu hingga kelas tiga SD yang seharusnya belum ditekankan penuh untuk belajar, saat ini sudah banyak materi yang diajarkan. Hal ini tentu juga akan membuat anak-anak tertekan.

“Saya juga menyadari kalau anak-anak kelas satu hingga kelas tiga SD memang belum membutuhkan tekanan pelajaran penuh. Untuk itu kami telah merancang bagaimana pola pendidikan di Indonesia ini dapat berubah lebih baik. Karena mereka merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan didikan lebih baik,” ujar juru bicara Prabowo-Sandi ini. (zek)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional