Close

Dana Rehab Rumah Bisa Menguap Rp1,5 Miliar

Bedah rumah
ilustrasi

SAWAHAN, METRO–Bepindahnya dana rehab rumah tidak layak huni dengan pagu dananya Rp8,6 miliar dari anggaran tidak langsung ke belanja langsung, disesali oleh anggota DPRD dari Fraksi PPP Maidestal Hari Mahesa. Menurutnya pemindahan tersebut akan ada dana terbuang sia-sia.

Menurut dia, program rehab rumah haruslah melalui proses tender. Jika terjadi perpindahan anggaran, maka ada sekitar 10-20 persen dari dana tersebut menguap ke pihak ketiga. Padahal anggaran tersebut dikhususkan untuk memperbaiki rumah.

”Seandainya itu terjadi, sebesar Rp1,5 miliar akan hilang masuk ke kantong pihak ketiga. Seandainya dana untuk perbaikan satu rumah sebesar Rp 10-15 juta, maka ada 100 rumah yang tidak bisa diperbaiki karena uang itu sudah masuk kantong pihak ketiga,” tuturnya kepada POSMETRO.

Menurutnya, hal itu tidak efektif, karena dana sebesar itu tidak diperuntukkan untuk perbaikan rumah warga miskin. “Itu kelemahan yang saya lihat akibat perpindahan tersebut. Kita berharap pelaksanaan proyek tersebut agar berhati-hati dalam pelaksanaannya teknisnya. Namun menurut saya akan lebih baik dana tersebut diserahkan langsung kepada warga, sehingga tidak akan ada dana yang tidak direalisasikan kepada perbaikan rumah tak layak huni,” ujarnya.

Hal lain diungkap Wakil Ketua DPRD Wahyu Iramana Putra. Wahyu tidak sependapat dengan Maidestal. Menurutnya, apabila dana tersebut dimasukkan ke dalam belanja langsung, teknis pelaksanaannya bisa dikawal dengan baik.

“Itu merupakan saran setelah usulan dari provinsi. Dana tersebut memang harus dipindahkan ke belanja langsung. Tidak ada permasalahan saya kira, kalau ada dana tersebut menguap. Itu tidak benar, kan masuk ke kantong pihak ketiga dan mereka juga bekerja,” tutupnya. (o)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top