Menu

Dana Penangangan Covid-19 Jangan Salah Sasaran

  Dibaca : 191 kali
Dana Penangangan Covid-19 Jangan Salah Sasaran
Ilustrasi

PADANG, METRO
Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Wismar Pandjaitan mendukung dengan dianggarkannya dana untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 56,58 miliar di tahun 2021. Namun ia meminta agar penggunaan dananya harus transparan dan jelas peruntukkannya.

Wismar menambahkan, OPD yang diberikan dana untuk itu, mesti membuat konsep yang bagus dan rapi kemana arah dikeluarkan anggaran tersebut serta pembagiannya merata. Sehingga penggunaan dananya tidak salah sasaran.

”OPD harus matangkan konsep yang dibuat dan perlu koordinasi dengan pimpinan daerah, supaya kesalahan tak dialami dan anggaran yang ada jelas perinciaannya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Azwar Siry menginginkan kasus Covid-19 ini tak berlanjut di 2021. Namun bila terus meningkat juga, tentu dana yang telah dialokasikan penggunaannya, harus sesuai SOP. Supaya persoalan baru tak timbul lagi dan dana yang tersedia bisa dinikmati warga yang benar-benar terdampak Covid-19.

Ia meminta Pemko Padang membuat regulasi baru untuk hal itu, agar masyarakat memahami dan pihak RW dan RT tak disalahkan lagi bila BST berlanjut pemberiannya di 2021.

”Jika perlu Pemko buat tim berlapis untuk mensurveinya, demi membuktikan terdampak atau tidak dan bantuan yang diserahkan sesuai peruntukkannya,” sebutnya.

Selain itu, dalam penggunaan dana nanti, OPD harus saling komunikasi dengan DPRD. Agar kekeliruan yang didapat bisa diarahkan untuk perbaikan dan penggunaan dananya terstruktur.

”Koordinasi dengan semua pihak tentu perlu dilakukan, supaya berimbang,” sebutnya.

Untuk diketahui, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang, Medi Iswandi dalam diseminasi informasi Media Center secara virtual, Kamis (23/10) lalu, mengatakan untuk tahun 2021, Pemko Padang sudah menyiapkan anggaran senilai Rp56,58 miliar untuk penanganan Covid-19. Anggaran besar ini akan digunakan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat, penanganan masalah ketenagakerjaan.

Kemudian terang Medi, anggaran untuk fasilitasi bagi IKM terdampak karena kondisi perekonomian yang tidak stabil dalam bentuk stimulus, sarana prasarana dan pendampingan, penerapan pola hidup bersih dalam bidang pariwisata dan budaya. Berikutnya, peningkatan perbaikan mental dan spiritual masyarakat pasca pandemi Covid-19. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

<span class="blue2 bdrblue">Fanpage</span> <span class="red">Facebook<span>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional