Close

Dana Hibah Rp26 Miliar, Belum bisa Cair di Kota Padang, Fuji Astomi: Data Penerima Banyak Ganda

KETERANGAN PERS— Kepala Bagian Kesra Pemko Padang, Fuji Astomi memberikan keterangan kepada wartawan terkait penyaluran dana bansos yang hingga kini belum bisa dicairkan Pemko Padang.

AIA PACAH, METRO–Kepala Bagian Kesra Pemko Padang, Fuji Astomi mengungkapkan hingga saat ini dana hibah senilai Rp26 miliar  yang ada di APBD Padang belum bisa dicair­kan. Saat ini Pemko masih melalukan validasi data penerima, karena banyak penerima yang ganda.

Hal ini diungkapkan Fuji Astomi saat pemaparan di Media Center Balaikota Padang, Rabu (27/10). Ia menyebutkan, seharusnya validasi para penerima hibah tahun ini dilakukan tahun sebelumnya atau tahun kemarin. Namun, hal itu tidak dilakukan oleh Kabag Kesra sebelumnya.

“Sehinggasaat ini, ter­paksa bekerja keras lagi memvalidasi data pene­rima. Sehingga pencairan belum bisa dilakukan,” ulas Fuji Astomi.

Dikatakannya, data pe­nerima sangat rentan ter­duplikat atau ganda. Arti­nya, satu penerima, ada yang lebih menerima dari satu item dana hibah. Se­mentara berdasarkan atu­ran yang  berlaku, satu lem­baga hanya bisa mene­rima satu kriteria hibah.

“Misalnya, satu mu­shalla, ada yang menerima dana pokir dari anggota dewan. Seharusnya yang seperti itu tidak dapat lagi untuk dana yang lain dari program Pemko Padang,” tegas Fuji.

Saat ini, dengan dana senilai Rp26 miliar, jumlah penerima dana hibah ada­lah sebanyak 1.048 pene­rima. Penerimanya adalah berupa lembaga yang me­miliki struktur, organ dan kepengurusan yang jelas dan dibuktikan dengan Ke­menkumham.

Namun meski demi­ki­an, pihaknya akan beru­paya menyalurkan secepat mungkin dana tersebut menjelang akhir tahun 2021 ini. Namun semua itu ter­gantung pihak penerima. “Sepanjang syaratnya leng­kap, tentu bisa kita cairkan dengan cepat,” Fuji Astomi.

Selain dana hibah, pi­haknya juga mengelola dana bantuan sosial (ban­sos) dengan total Rp258 juta. Namun sebagian su­dah ada yang disalurkan.

Sebelumnya, DPRD ju­ga menanyakan kenapa hingga akhir tahun masih banyak dana bantuan so­sial yang belum cair. Saat DPRD melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinas Sosial Kota Padang dibahan tentang bansos yang hingga saat ini belum dicairkan oleh Pemerintah Kota Padang.

Ketua Komisi I DPRD Kota Padang, Elly Thris­yanti mengaku kecewa dengan Pemko Padang karena pe­me­rint­ah tidak membe­ritahukan dari awal apa permasalahannya. Pada­hal, di tengah pendemi Co­vid-19, warga tidak mam­pu sangat membutuhkan da­na bansos yang sudah la­ma mereka tunggu-tunggu.

“Seharusnya Pemko mengkomunikasikan de­ngan DPRD tentang perma­s­a­lahan yang terjadi. Ko­munikasi ini tidak berjalan dengan baik hingga proses pembahasan telah terjadi,” kata Elly, Jumat (22/10) lalu.

Politisi Partai Gerindra ini meminta Pemko Padang melalui dinas terkait untuk menyegerakan pencairan dana bansos sebelum tutup tahun anggaran 2021.

“Tahun 2021 tersisa dua bulan lagi, kami meminta Pemko Padang melalui Di­nas Sosial segera mencair­kan bansos tersebut, kare­na kami terus dikejar per­tanyaan oleh warga. Kita semua tahu, semua serba sulit, jadi bantuan dari pe­merintah ini sudah sangat ditunggu dan dibutuhkan oleh warga kita,” tegas Elly.

Setelah melakukan per­temuan, Elly Thrisyanti menjelaskan permasa­la­han terjadi karena terjadi­nya double menerima ban­sos di tengah warga selain permasalan yang lain.

“Seharusnya dari awal Dinas Sosial mengin­forma­sikan. Tidak mendiamkan saja. Jangan sampai me­nunggu 31 Desember hing­ga kalang kabut melakukan pencairan,” paparnya. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top