Menu

Dana Hibah Pilkada Direstrukturisasi

  Dibaca : 354 kali
Dana Hibah Pilkada Direstrukturisasi
Heldo Aura (Ketua KPU Bukittinggi)

BUKITTINGGI, METRO
Hingga saat ini, keputusan untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, tetap dilaksanakan 9 Desember 2020. Untuk itu, KPU Bukittinggi telah mulai melaksanakan tahapan, salah satunya merestrukturisasi anggaran hibah Pilkada, karena ada penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua KPU Bukittinggi, Heldo Aura menjelaskan, sesuai arahan dari pusat, setiap KPU kabupaten kota, diminta untuk melaksanakan tahapan Pilkada sesuai protokol penanganan Covid-19. Salah satunya dengan membatasi maksimal pemilih setiap TPS sebanyak 500 pemilih. Sehingga untuk Bukittinggi terjadi penambahan sebanyak 33 TPS menjadi 233 TPS.

“Karena ada penambahan TPS dari 200 menjadi 233, untuk itu dana yang dibutuhkan berasal dari efisiensi sebesar Rp 1,3 miliar. Setelah restrukturisasi anggaran sesuai perintah KPU RI dengan alasan penanganan covid-19, Bukittinggi dari dana hibah Rp 12,8 miliar, bisa lakukan efisiensi Rp 1,3 milyar,” jelas Heldo.

Efisiensi ini, lanjut Heldo Aura, tujuannya untuk penyesuaian penambahan TPS. Setelah penyesuaian TPS itu, diprediksi ada kelebihan Rp 500 juta. “Kelebihan dana itu, akan ditujukan pada pengadaan APD untuk pelaksanaan tahapan pilkada. Sementara untuk protokol Covid-19, dianggarkan sebesar Rp 1,6 miliar. Dana itu diajukan kepada pemko Bukittinggi. Karena ada Rp 500 juta, terjadi kekurangan Rp 1,1 miliar. Untuk kukurangan itu, Pemko dan KPU Bukittinggi sepakat, kebutuhan kekurangan dana tersebut dilimpahkan ke APBN,” ujar Heldo.

Dana efisiensi Rp 1,3 miliar, akan digunakan untuk biaya operasional pelaksanaan pilkada, terutama untuk penambahan TPS yang berdampak pada penambahan petugas, seperti PPS dan petugas lainnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional