Menu

Dana Desa Nagari Bintungan tak Kunjung Dicairkan

  Dibaca : 44 kali
Dana Desa Nagari Bintungan tak Kunjung Dicairkan
Ilustrasi

PDG.PARIAMAN, METRO – Memasuki tahun anggaran 2019 ini, Nagari Padang Bintungan, Kecamatan Nan Sabaris Padangpariaman fokus memacu sejumlah program pembangunan dan perbaikan sejumlah infrastruktur jalan baru di nagari tersebut.

“Sesuai dengan hasil Musrenbang Nagari sebelumnya, pada tahun 2019 ini kita berencana akan melakukan beberapa paket pembukaan jalan baru. Yaitu masing-masing di Korong Kampuang Tangah sebanyak 2 paket dan di Korong Kampuang Rimbo sebanyak satu paket,” terangnya, kemarin.

Bahkan tidak sebatas itu saja, melainkan pembukaan ruas jalan di kawasan itu juga bakal diikuti dengan program rabat beton, sehingga nantinya keberadaannya bisa berdampak dalam memberdayakan perekonomian masyarakat yang ada di nagari. Menurutnya, seluruh program tersebut nantinya akan memanfatkan sepenuhnya dana desa yang ada.

Meski Azri mengakui, hingga saat ini dana DD atau ADD Nagari Padang Bintungan belum kunjung dicairkan, namun hal itu sama sekali tidak sampai mengganggu aktivitas layanan kepada masyarakat.

“Karena sejauh ini kita masih bisa mensiasatinya. Apalagi saat ini kan dana Siltap juga telah mulai dicairkan,” demikian ditegaskan Walinagari Padang Bintungan, Azri, kemarin.

Lebih jauh Azri menyebutkan, terjadinya keterlambatan pencairan dana nagari di Nagari Padang Bintungan yang dipimpinnya, baik itu dana DD atau dana ADD Nagari, tidak terlepas akibat masih belum rampungnya penyusunan APB Nagari yang merupakan persyaratan utama untuk bisa mencairkan dana DD dan ADD dimaksud.

“Jadi sebenarnya keterlambatan pengajuan APB tersebut jelas tidak kita sengaja sama sekali. Melainkan disebabkan karena adanya perubahan regulasi yang dikeluarkan pemerintah, hingga akibatnya konsep pembuatan APB Nagari pada tahun 2019 ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya,” terangnya.

Menurutnya, berbeda dengan pembuatan APB Nagari tahun 2018, pembuatan APB Nagari tahun 2019 ini sifatnya lebih rinci dan detil. Termasuk diantaranya harus adanya detil biaya pengeluaran untuk kegiatan pembangunan fisik atau kegiatan lainnya.

Diakuinya, keterbatasan kemampuan perangkat nagari untuk pembuatan APB dimaksud juga ikut berdampak terhadap keterlambatan pembuatan APB dimaksud. “Karena sifatnya harus demikian rinci dan detil sekali, termasuk untuk RAB nya juga demikian,” imbuh Azri.

Karena itulah untuk ke depannya, pihaknya berharap perlunya perangkat nagari diberikan pelatihan tekhnis tentang pembuatan RAB atau APB nagari secara rinci dan detil , sehingga dengan begitu nantinya mereka bisa lebih cepat lagi dalam merampungkan APB dimaksud.

Juga tidak kalah pentingnya sebut Azri, biaya untuk pembuatan APB tersebut idealnya juga bisa dianggarkan secara khusus, sehingga dengan begitu bisa lebih memacu semangat perangkat nagari untuk merampungkannya.

“Jadi tidak seperti sekarang, dimana kita tidak bisa menganggarkan dana secara khusus untuk keperluan pembuatan APB tersebut,” imbuhnya.

Demikian pula menurut Azri, keberadaan tenaga pendamping desa yang ditempatkan di nagari juga idealnya harus lebih berdaya dan pro aktif lagi dalam membantu kesulitan-kesulitan yang dialami nagari, termasuk diantaranya kesulitan dalam pembuatan APB atau RAB lainnya.

“Seharusnya kan hal itu memang sudah merupakan tugas dari Tenaga Pendamping Desa, termasuk bagaimana membantu percepatan kelengkapan administrasi, seperti pembuatan APB Nagari,” terangnya.

Pasalnya tidak bisa dinafikan sebut Azri kehadiran tenaga ahli, khususnya tenaga tekhnis memang sangat dibutuhkan sekali di nagari, terutama untuk keperluan pembuatan RAB yang ada di nagari.

“Karena kan nagari itu juga ada yang memprogramkan pembukaan jalan baru misalnya atau pembangunan fisik lainnya. Dan untuk itu tentunya diperlukan RAB sebagai penguatnya. Jadi disinilah pentingnya kehadiran tenaga ahli atau tenaga teknis di nagari, sehingga semua kelengkapan administrasi yang diperlukan bisa disiapkan sesesuai waktu yang telah ditentukan,” tegasnya.

Azri juga mengakui besarnya peran dana DD dan ADD dalam menggenjot serta mendukung percepatan pembangunan di nagari, termasuk diantaranya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional