Menu

Dana BLT APBD Dianggarkan Rp 32 Miliar

  Dibaca : 498 kali
Dana BLT APBD Dianggarkan Rp 32 Miliar
ANTREAN— Warga antre untuk mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT), sebagai penerima manfaat bantuan.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) mengalokasikan anggaran dari APBD kabupaten mencapai Rp 32 miliar, yang diperuntukkan untuk 17.141 Kepala Keluarga (KK) terdampak, atau hampir 35 persen dari jumlah KK di Kabupaten Solsel. Secara keseluruhan, dari berbagai skema bantuan yang ada, baik dari Kemensos, Provinsi, Kabupaten, Dana Desa, serta bantuan PKH dan Sembako diperkirakan hingga 84 persen dari total KK yang mendapatkan bantuan dikabupaten tersebut.

Plt Bupati Solsel H Abdul Rahman mengatakan, bahwa Pemkab Solsel melakukan pengalihan anggaran hingga Rp 67 Miliar, yang dipergunakan untuk penyaluran BLT, Penanganan Covid sektor kesehatan dan lainnya, serta cadangan program padat karya. “Pemkab Solsel sudah melakukan pengalihan anggaran hingga Rp 67 miliar. Hampir seluruh belanja modal dan belanja pembangunan termasuk juga belanja tidak langsung dari biaya perjalanan dinas dan sebagainya sudah di lakukan relokasi untuk penanganan covid, terkecuali DAK Kesehatan dan Pendidikan. Sehingga dengan anggaran yang sebesar itu, 84 persen KK solsel diperkirakan sudah mendapatkan bantuan sosial selama 3 bulan,” ujarnya.

Menurut Rahman, jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Sumbar, Solsel termasuk yang tertinggi dalam hal alokasi BLT. Termasuk dalam hal penanganan kesehatan, dimana kabupaten ini satu satunya kabupaten/kota yang melakukan rekrutmen tenaga covid khusus, disamping Probinsi Sumatera Barat. “Ada terobosan yang kami lakukan terkait penanganan Covid-19 di Solsel, seperti penyediaan anggaran untuk BLT yang cukup besar ditambah rekrutmen tenaga medis khusus Covid,”ungkapnya.

Melihat kondisi ini, PLT Bupati meminta masyarakat untuk dapat memahami bahwa dalam di dalam tahun 2020  ini kegiatan pembangunan memang relatif tidak ada terkecuali untuk pembangunan yang berasal dari DAK pusat khusus untuk kesehatan dan pendidikan. “Akibat Covid ini, banyak kegiatan pembangunan yang tidak bisa terlaksana, untuk kami berharap agar masyarakat tidak salah menafsirkan,”pungkasnya. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional