Close

Dana APBD Tidak Mencukupi, Pembangunan Daerah Tetap Berjalan di Kota Pariaman

SAKSIKAN—Wako saat menyaksikan mesin dozer saat membuat jalan.

Laporan :Efanurza Kota Pariaman

Walaupun dana APBD Kota Pariaman tidak mencukupi, namun Pemko Pariaman diba­wah pimpinan Walikota Paria­man H Genius Umar dan Wakil­nya Mardison Mahyuddin tetap menjalankan program daerah. Salah satu program daerah yang dijalankannya adalah membuka jalan baru ke objek wisata waterfront city  di sepan­jang aliran sungai Batang Mangau dalam wilayah Keca­matan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Tak pelak lagi pem­bu­kaan jalan waterfront city dise­panjang aliran sungai Batang Mangau dalam wilayah Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman menda­pat du­kungan penuh dari ber­bagai to­koh masyarakat di ranah dan di rantau.

Seperti yang terlihat saat pembukaan jalan di Desa Batang Tajongkek, Kecamatan Pariaman Selatan, yang didu­kung penuh oleh tokoh ma­sya­rakatnya, H. Hermansyah KR, seorang perantau Jakarta yang berasal dari desa tersebut. H. Hermansyah KR, sengaja pulang kampung untuk mem­berikan dukungan kepada Wali­kota Pariaman, Genius Umar, dalam upaya mem­bangun dan menata kawasan pinggir aliran sungai batang mangau sebagai kawasan baru yang akan bernilai wisata bagi Kota Pariaman dan berdampak pertumbuhan ekonomi masya­ra­kat sekitar aliran sungai.

Ia mengimbau bagi seluruh para perantau Kota Pariaman, khususnya Kurai Taji, untuk sama-sama kita mendukung pembangunan Kota Pariaman, dan pembangunan kawasan Waterfront City disepanjang aliran batang mangau yang sama-sama dibanggakan ini. “InshaAllah, dalam dua dan tiga tahun kedepan, kampung kita ini akan kian rancak, indah dan maju serta mempunyai daya tarik wisata bagi daerah lain untuk berkunjung,” ajak H. Hermansyah.

Salah seorang tokoh ma­sya­rakat lainnya yang mene­tap di Desa Batang Tajongkek, H. Muslim Aciak (99 tahun) yang sudah sepuh dan masih terlihat kuat, menuturkan ke­pada Walikota Pariaman, Genius Umar,  bahwa ia sangat mendukung penuh pemba­ngunan dan pembukaan jalan yang dilakukan oleh Pemko Pariaman ini.

Bahkan, di lokasi pem­ba­ngu­nan tersebut, seba­hagian besar dari lokasi tanah di se­panjang aliran batang mangau di Desa Batang Tajongkek tersebut merupakan tanah miliknya, dan ia sudah serah­kan kepada Pemko Pariaman untuk dibangun jalan diatas tanah miliknya tersebut. Genius Umar, yang ikut berada di lokasi saat pembukaan jalan tersebut ucapan terimakasih atas du­kungan dari berbagai pihak teru­tama unsur niniak mamak, tokoh masyarakat yang de­sanya dilalui dalam proses pem­bangunan dan pembukaan jalan disepanjang aliran batang mangau tersebut.

Perencanaan dan pe­ngem­­bangan Waterfront City di Kota Pariaman mempunyai tujuan utama untuk mere­vita­lisasi su­ngai guna memperbaiki kehi­dupan masyarakat dengan me­nata sungai untuk pengem­bangan pariwisata. “Kita ber­harap dukungan seperti yang diberikan Bapak H. Her­man­syah KR dan mamak kita H. Muslim Aciak ini menjadi se­mangat baru bagi para mas­yarakat lainnya untuk juga sama-sama ikut mendukung pem­bangunan yang kita lak­sanakan di Kota Pariaman khu­susnya di wilayah kenagarian Kurai Taji ini,” ujarnya. Tanpa ada ang­garan yang tersedia, Walikota Pariaman Genius Umar menga­jak masyarakat dan Aparatul Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pa­riaman gotong royong membuka jalan untuk pengembangan Waterfront City disepanjang aliran sungai Batang Mangau Keca­matan Pariaman Selatan Kota Paria­man sepanjang 6 KM. “Saya kembali melakukan penin­jauan pelaksanaan pembukaan jalan disepanjang sungai aliran batang mangau Kecamatan Pariaman Selatan Kota Paria­man. Berkat dukungan ma­syarakat dan pemerintah desa, kita dapat membuat badan jalan di sepanjang aliran batang mangau ini yang mampu ber­dampak pada ekonomi masya­rakat dan membuka kawasan wi­sata dengan konsep waterfront city. Sudah sepanjang 2 KM kita selesaikan bersama di Desa Marunggu yang juga dibantu tim Satpol PP, BPBD, Perkim LH dan relawan masya­rakat. Dan ini akan kita tuntaskan hingga ke perbatasan jembatan Kurai Taji dalam waktu 2 (dua) minggu kedepan, “ ungkap Walikota Pariaman Genius Umar.

Disamping pembukaan ja­lan untuk pengembangan waterfront city, Pemko Pariaman juga mengupayakan pengem­bangan salah satu aliran sungai mati di Desa Marunggi Keca­matan Pariaman Selatan sehingga nantinya akan men­­jadi salah sa­tu objek wisata yang asri di Kota Pariaman. “Kita telah intsruksikan pihak desa untuk segera me­laku­kan pembersihan sehingga nanti se­telah bersih, akan dimulai pembenahan. Dalam hal ini saya juga meng­ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat di Keca­matan Pariaman Selatan yang telah mendukung penuh pe­ngem­bangan waterfront city se­panjang aliran batang mangau. Tanpa dukungan dari masya­rakat, tentu semuanya tidak bisa ter­wujud,” ujarnya.

Setelah selesai pembukaan jalan untuk pengembangan waterfront city di sepanjang aliran sungai batang mangau, Genius Umar akan melaporkan kegiatan tersebut ke pihak Ke­menterian Pekerjaan Umum dan Peru­mahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia agar Kementeria PUPR mampu membantu dalam pem­bangu­nan jalan dan pe­ngas­palan serta pembangunan waterfront city dan sekaligus pem­bangu­nan taman pada sisi – sisi waterfront city. “Ini meru­pakan aksi strategi untuk mela­kukan pem­bangunan ditengah keterbat­a­san anggaran Pemko Paria­man. Hari ini bersama kita lakukan di Desa Marunggi dan selanjutnya akan kita lakukan di desa lainnya yang melewati aliran sungai batang mangau hingga 2 minggu kedepan. Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, kita juga telah membuat konsep kawasan wisata yang terpadu dengan UMKM. Jadi setiap desa nantinya akan membuat satu titik yang menjadi tempat pemberhentian wisata arung jeram sehingga mereka bisa menikmati destinasi yang berbeda – beda disetiap desa sesuai dengan ciri khas desa masing – masing, “ ujarnya.

“Animo masyarakat di Keca­matan Pariaman Selatan sangat baik dan menyetujui adanya pengembangan waterftront city. Ini terbukti dengan pembe­basan tanah masyarakat tanpa biaya ganti rugi. Berdasarkan inilah kita juga semangat untuk meng­upayakan pembangunan se­hing­ga apa yang telah kita ren­canakan terhadap pem­ba­ngu­nan fisik mampu mengge­rak­kan sektor kepariwisataan dan perekonomian masyarakat se­kitar,” tandasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top