Menu

Dampak Merebaknya Virus Corona Petani Menjerit, Jual Beli Karet Distop

  Dibaca : 342 kali
Dampak Merebaknya Virus Corona Petani Menjerit, Jual Beli Karet Distop
DIHENTIKAN—Hasil Panen karet milik warga di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Warga mengeluh karena jual beli karet oleh pabrik distop karena dampak dari pandemi Covid-19.

SIJUNJUNG, METRO
Selain berbahaya bagi kesehatan, pandemi Covid-19 juga memberikan dampak bagi seluruh sektor, termasuk perekonomian. Di antaranya dampak dari virus corona juga menyebabkan pembelian bahan baku getah karet di sejumlah pabrik diberhentikan. Sehingga para petani karet tidak bisa melakukan penjualan getah karet yang sudah di panen. Selain itu, sejumlah harga kebutuhan pokok juga mulai mengalami kenaikan.

Kondisi itupun dikeluhkan oleh para petani dan pengepul getah karet di Kabupaten Sijunjung yang selama ini masih mengandalkan perekonomian kepada komoditi getah karet.
Bahkan, di tengah sulitnya kondisi ekonomi saat ini, hasil panen getah juga tidak bisa dijual membuat masyarakat di Kabupaten Sijunjung semakin menjerit.

Pemberhentian pembelian bahan baku karet itu sudah berlangsung semenjak beberapa hari terakhir. Bahkan sejumlah pabrik pengolahan dikabarkan tidak melakukan pembelian untuk sementara waktu karena dampak keterbatasan aktifitas ekspor/impor akibat pandemi corona yang melanda.

Salah seorang warga yang juga petani karet mengaku khawatir dengan situasi dan kondisi saat ini. “Kami juga sudah dapat kabar kalau saat ini tidak bisa menjual getah karet. Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktifitas diluar rumah, harga sejumlah bahan pokok sudah mulai naik. Tentu saja kami cemas jika ini berlangsung lama, sedangkan kebutuhan ekonomi harus tetap dipenuhi,” tutur Siwarti (58), warga Sijunjung.

Pihaknya berharap agar ada upaya dari pihak terkait untuk memberikan solusi untuk mengatasi hal ini, dan berharap agar wabah virus corona yang melanda segera berakhir dan semuanya kembali normal.

Sementara, Kepala Dinas pertanian Kabupaten Sijunjung, Ir.Ronaldi mengatakan, pihaknya juga telah mendapat informasi penyetopan pembelian bahan baku karet oleh pabrik. Untuk menyikapi itu, pihaknya akan membuat beberapa langkah dan kebijakan, serta merujuk kepada imbauan yang dikeluarkan presiden tentang kebijakan untuk membantu masyarakat dalam mengendalikan perekonomian ditengah pandemi Covid-19 melanda.

“Saat ini memang ada beberapa persentase masyarakat di Sijunjung yang masih mengandalkan komoditas karet untuk memenuhi kebutuhan perekonomian. Namun diantaranya juga sudah banyak yang beralih secara perlahan ke komoditas lain. Rata-rata petani kita selain memiliki kebun karet juga memiliki sawah, ladang dan komoditas lainnya. Kita akan mengarahkan masyarakat untuk pindah ke komoditas yang lain, seperti jagung, padi, cabe dan lainnya yang lebih cepat menghasilkan,” tuturnya, Selasa (24/3).

“Kalau dipertanian langkah yang bisa kita ambil diantaranya, mempermudah proses untuk masyarakat memperoleh pupuk subsidi, menghapuskan biaya retribusi peminjaman alsintan untuk sementara waktu dan mempercepat program yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama yang bersifat swakelola,” katanya.

Meski demikian, Ronaldi mengatakan akan membicarakan dengan pemerintah daerah untuk langkah atau kebijakan yang akan diambil dan diterapkan oleh dinas pertanian. “Kita akan bahas lebih lanjut tentang apa program yang bisa kita terapkan untuk membantu masyarakat dan petani pada kondisi saat ini. Kita belum tahu sampai kapan situasi akan seperti ini, namun jika dalam waktu yang lama tentu saja nantinya akan berdampak pula pada komoditas dan sektor lainnya,” tambahnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional