Close

Dampak Lahan Persawahan Masyarakat Tertimbun, Pemnag Fasilitator, PT HKI Siap Carikan Solusi

PERTEMUAN—Wali Nagari saat melakukan pertemuan dengan masyarakat dan PT HKI.

PADANGPARIAMAN, METRO–PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) yang melakukan pekerjaan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol di sekitar Nagari Paritmalintang Kecamatan Enam Lingkung, Padangpariaman, kemarin, melakukan pertemuan dengan masyarakat. Pertemuan tersebut dilakukan PT HKI, Guna mencari solusi terkait lahan pertanian masyarakat yang tertimbun material karena hujan di saat terhentinya pekerjaan pembangunan jalan tol. Pertemuan tersebut terwujud berkat kerja sama PT HKI dengan pemerintah Nagari Paritmalintang guna mendapatkan solusi.

Walinagari Paritmalintag Sudirman menyatakan, sebagai pemerintah dalam pertemuan ini hanya sebagai fasilitator dari persoalan yang dilaporkan ma­syarakat petani kepada pihak PT HKI. “Kita hanya mempertemukan PT HKI dengan masyarakat untuk mendapatkan solusi,” ungkapnya.

Sudirman mengatakan meminta kepada masyarakat sebelum membuat surat ke PT HKI agar memberi tahukan kepada pemerintah nagari. “Sebab, kita pemerintah nagari siap memfasilitasi persoalan yang dihadapi masyarakat,” ungkap Sudirman, kemarin. “Artinya, masyarakat kita minta untuk berkoordinasi yang baik dengan Pemerintah Nagari, jadi apapun persoalan masyarakat, seperti terkena dampak pembangunan jalan tol agar melapor dulu kepada pemerintah nagari, kita siap memberikan solusinya,” ujarnya,

Dia sebagai Wali Nagari apapun resiko dari persoalan masyarakat dirinya siap memfasilitasi, ini perlu dilaksanakan agar tidak ada lagi persoalan di te­ngah tengah masyarakat. “Kalau ada masalah di tengah tengah masyarakat laporkan kepadanya,” ujarnya.

Seperti katanya, sekarang mempertemukan masyarakat dengan PT HKI tentang masyarakat yang lahan pertaniannya terkena dampak pembangunan jalan tol. “Ini adalah tugas kita dalam membantu masyarakat,” ungkapnya.

Humas PT HKI Andi Prahm dan Rizal Selaku Operasional Manager, menyatakan sangat berterima kasih kepada pemerintah nagari Paritmalintang yang telah memfasilitasi pertemuan PT HKI dengan masyarakat. Pasalnya, menyatakan bahwasanya material PT HKI masuk ke lahan pertanian masyarakat, di karenakan hujan sewaktu PT HKI terhenti pekerjaanya.

Namun katanya, saat itu ada dua langkah dari Pimpinan PT HKI tentang material yang masuk ke lahan pertanian masyarakat, pertama akan kami ambil kembali material yang masuk ke lahan warga hingga dapat di tanami seperti sedia kala dan kedua melakukan norma­lisasi pengairan. Sebab di lokasi Nagari Parit Malintang yg nantinya akan menjadi rest area tol Padang – Kapalo Hilalang ini jenis tanah nya kepasiran.

“Jadi tentang keluhan masyarakat petani yang lahan pertaniannya terkena material, PT HKI siap carikan solusi dalam pertemuan ini dan melakukan survei ke lokasi yang disebutkan ma­syarakat. Namun demikian kita lakukan ini untuk laporan kepada pimpinan PT HKI,” ujarnya.

Ketua Bamus Paritmalintang Syamsirman menyatakan proses pekerjaan jalan Tol PSN ini harus terus dilakukan PT HKI dan masyarakat yang tertimbun lahan pertaniannya akan dicarikan solusi. “Artinya, PT HKI senang dan masyarakat juga senang,” ujarnya.

Syamsirman dalam pertemuan itu juga menyatakan perlu kesepakatan PT HKI dengan masyarakat yang terkena timbunan ini. Seperti sawah masyarakat gagal panen dan normalisasi kembali pengairan dengan solusi yang tepat dari PT HKI itu adalah salah satu bentuk tanggung jawabnya.

Kemudian Sulfahmi salah seorang dari kelompok tani meminta dibangun pembatasan antara  pembangunan jalan tol dengan lahan sawah warga. Begitu Zaherman alias Ucok menyatakan lahan sawahnya juga terkena dampak le­bih kurang dua hektar.  Dia minta rea­lisasikan persoalan sawah masyarakat terkena dampak. Sebelumnya gagal panen masyarakat telah dibantu penggantianya oleh PT HKI.

“Tapi kini hujan lagi dan lahan persawahan masyarakat tidak bisa lagi digarap, karena itu perlu dicarikan solusinya dan saya serahkan kepada pihak PT HKI untuk penanganannya. Bagai­mana lahan persawahnya yang rusak atau terkena dampak jalan tol dapat aktif kembali dan tidak gagal panen lagi,” ujarnya

Selanjutnya, Walikorong Pasa Dama Syafrizal Amin, sebelumnya dampak pembangunan jalan tol ini telah disampaikan pihak jalan tol, karena itu sekrang perlu PT HKI mencarikan solusinya. Lebih jauh Andi Prahm Humas PT HKI menyatakan tentang permintaan Sulfahmi baru termonitor oleh PT HKI karna sebelumnya proyek sempat terhenti, tentang tiga kali gagal panen akan di­sampaikan ke managemen PT HKI. Namun, dia akan ke lokasi terlebih dahulu untuk mensurveinya.

Kemudian ditambahkan Rizal Operasional Manager PT HKI  menyatakan, tentang tanah Zaherman diusahakan dapat bertani kembali dan segara dilaporkan ke pimpinan PT HKI untuk normalisasi irigasinya atau untuk semetara dicarikan solusi untuk pengairannya.  Meski begitu kata Rizal,  tentang persoalan masyarakat ini PT HKI perlu survei ulang tentang lahan sawah masya­rakat yang terkena dampak, apakah sawahnya memang tidak ditanam lagi, karena itu dia perlu turun lapangan untuk memastikan.

Selanjutnya, Rizal menyatakan tentang irigasi atau melakukan normalisasi sungai yang disampaikan masyarakat petani, dia dari PT HKI perlu survei lapangan untuk pastikan keluhan warga tersebut. “Intinya, persoalan masya­rakat siap kita selesaikan dalam waktu dekat,” tandasnya mengakhiri.(efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top