Menu

Dampak Corona, Hunian Kamar Turun Drastis, PHRI Minta Pajak Hotel Diturunkan

  Dibaca : 218 kali
Dampak Corona, Hunian Kamar Turun Drastis, PHRI Minta Pajak Hotel Diturunkan
Yusran Maulana

ADINEGORO, METRO
Dampak penyebaran virus corona mulai merambah dunia perhotelan di Sumbar. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar, Yusran Maulana, mengatakan tingkat hunian kamar (okupansi) hotel kini menurun drastis.

Saat ini terang Yusran, tingkat okupansi hanya pada angka 40 persen saja. Akibatnya sektor industri hotel mulai merumahkan karyawannya. “Yang mulai merumahkan karyawan sudah ada. Kita takut nantinya kondisi ini semakin lama terjadi. Pihak hotel tak sanggup lagi menjalankan operasional. Dan akibatnya, akan terjadi pengangguran besar-besaran,” sebut Yusran, Jumat (6/3).

Sebelum kondisi semakin parah terang Yusran, PHRI meminta pemerintah daerah turun tangan. Salah satunya adalah memberikan insentif atau keringanan pajak pada pengusaha hotel.

Dengan keringanan pajak ini ungkapnya, pihak hotel bisa mengambil sikap menurunkan harga atau memberikan spesial harga pada pengunjung hotel. Hal ini agar menjadi penarik sehingga kunjungan ke hotel kembali stabil.

“Dalam kondisi seperti ini, kita berharap pemerintah daerah ikut membantu. Jangan pula terus memaksakan target pajak hotel bisa terealisasi maksimal. Sementara industri perhotelan kini sudah babak belur,” sebut Yusran yang kini juga menjabat sebagai sekretaris jenderal (sekjen) PHRI pusat ini.

Secara lisan, kata Yusran, pihaknya sudah menyampaikan soal permintaan keringanan pajak itu kepada pemerintah daerah. Namun secara tertulis, akan disampaikannya dalam waktu dekat.

“Kita tidak minta pajaknya dinolkan. Minimal untuk sekarang kita tidak dibebani dulu pajak yang tinggi. Kita minta pajaknya 3 sampai 4 persen saja dibayarkan. Biar kita bisa memberikan spesiap price pada pengunjung. Sehingga pengunjung lebih bergairah untuk membooking,” tukasnya.

Apalagi terang Yusran, dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan sudah mau lebaran. Ada momen masyarakat pulang kampung atau mudik. Dengan memberikan spesial harga ini, diharapkan pihak perhotelan bisa sedikit menstabilkan kondisi dan bangkit lagi dari keterpurukan.

“Kalau di Sumbar ini parahnya sudah sejak 2019 lalu. Sejak harga tiket mahal. Sekarang ditambah lagi musibah corona. Kita tak tau sampai kapan musibah ini akan berlanjut. Makanya, pemerintah daerah harus mengambil sikap pula,” tandasnya.(tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional