Menu

Dalam Satu Pekan di Agam, 3 Kasus Konflik Satwa Liar dengan Manusia Terjadi

  Dibaca : 106 kali
Dalam Satu Pekan di Agam, 3 Kasus Konflik Satwa Liar dengan Manusia Terjadi
PENANGANAN— BKSDA Resort Agam melakukan penanganan terhadap kasus konflik antara manusia dan satwa liar bersama dengan aparat pemerintah setempat, TNI-Polri dan masyarakat sekitar lokasi kejadian.

AGAM, METRO
Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam, Ade Putra mengatakan, dalam satu pekan terakhir, terjadi tiga kasus konflik antara manusia dan satwa liar di Kabupaten Agam.

“Sejak Senin (16/11) dilaporkan terjadi tiga konflik antara manusia dan satwa liar dalam wilayah Kabupaten Agam,” ujarnya Sabtu (21/11).

Ade menambahkan, kasus pertama konflik antara manusia dan satwa liar adalah penanganan beruang madu yang muncul di kawasan kelok 42 Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur pada Senin (16/11).

“Satwa beruang madu dilaporkan terlihat muncul beberapa kali di sekitar kebun durian milik warga setempat. Bulan lalu satwa itu juga muncul dan terekam video warga di sekitar lokasi Kelok 35,” sebutnya.

Kemudian terang Ade, kasus kedua terjadi Selasa (17/11). Pihaknya melakukan penanganan konflik satwa liar jenis macan dahan di Jorong Paraman, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan. “Dalam konflik ini, tiga ekor kambing milik warga setempat mati akibat interaksi negatif dengan satwa macan dahan,” jelas Ade.

Ketiga ungkapnya, pada Jumat (20/11), konflik satwa liar jenis buaya muara (Crocodylus Porosus) juga terjadi di Sungai Batang Alahan Anggang, Jorong Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. “Interaksi negatif satwa buaya muara dan manusia menyebabkan satu korban yang merupakan warga setempat terluka pada bagian kaki kiri ketika sedang mencari ikan,” ungkapnya.

Saat ini kata Ade, pihaknya tengah melakukan penanganan terhadap tiga kasus tersebut bersama dengan aparat pemerintah setempat, TNI-Polri dan masyarakat sekitar lokasi kejadian. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati serta waspada ketika beraktivitas.

“Masyarakat diminta menghindari aktivitas di sungai dan di kebun pada malam hari. Selain itu diminta kepada warga untuk melakukan pengamanan terhadap ternaknya dengan cara memasukannya ke kandang,” ujar Ade. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional