Close

Daiyah Diberikan Pembinaan, Dampak dari Minimnya Mubaligh dari Kaum Perempuan

KEGIATAN PEMBINAAN— Bupati Agam Andri Warman saat membuka kegiatan pembinaan terhadap Daiyah atau Mubaliqhah yang diadakan oleh MUI Agam, Selasa (20/9) di aula Kantor Camat Ampek Angkek.

AGAM, METRO–Majelis Ulama Indonesia (MUI) gelar pembi­naan terhadap Daiyah atau Mubaliqhah, di aula Kantor Camat Ampek Angkek, Selasa (20/9). Panitia pelaksana, Khairul menyebutkan, kegiatan ini dilaksanakan menyikapi minimnya pendakwah dari kaum perempuan khususnya di Agam.

“Padahal penduduk mayoritas dari kaum perempuan, tapi minim jadi pendakwah diban­ding laki-laki,”ujarnya.

Sehingga MUI mengangkat kegiatan ini, melalui Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Islam. Dengan pembinaan ini, diharapkannya Mubalighah tidak akan sulit ditemukan di Agam, yang akan berdakwah tentang kewanitaan.

“Pembinaan ini diikuti 16 orang, 1 orang per kecamatan. Pelaksanaannya satu hari, dengan narasumber dari berbagai unsur,” sebut Khairul.

Bupati Agam, Dr H Andri Warman saat membuka kegiatan itu, menyambut baik pem­binaan Daiyah atau Mubalighah tersebut.

Sebab katanya, sebagai komponen penegak amar maruf nahi mungkar, kehadiran mubalig di tengah masyarakat sangat dibutuhkan, terlebih menghadapi tuntutan zaman.

“Maka kita menilai pembinaan Daiyah ini langkah tepat untuk meningkatkan kualitas dan profesional para mubaligh,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Pemkab Agam jalin kerjasama dengan Kankemenag dan MUI, tentang pembinaan dan pengembangan kegia­tan keagamaan dan kemasyarakatan.

Hal ini sebagai payung hukum dalam pelak­sanaan kerjasama tersebut, sekaligus untuk mewujudkan visi misi daerah. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top