Menu

Daerah Rawan Bencana, Gubernur Sumbar Dorong Sinergi Pemerintah dengan IAI

  Dibaca : 44 kali
Daerah Rawan Bencana, Gubernur Sumbar Dorong Sinergi Pemerintah dengan IAI
TEKEN MOU— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyaksikan penandatanganan kerja sama MoU yang dilakukan Universitas Eka Sakti dan IAI Sumbar.

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat Mahyeldi mendorong sinergi antara pemerintah daerah dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk mendukung pembangunan daerah itu yang masuk zona rawan bencana. “Sum­bar merupakan salah satu daerah rawan bencana karena itu perencanaan untuk pembangunan harus sesuai dengan kondisi. IAI memiliki ilmu dan teknologi untuk hal itu sehingga bisa bersinergi untuk pembangunan daerah,” kata­nya saat menghadiri Rapat Kerja Provinsi dan Pe­ngu­kuhan Kepengurusan Ikatan Arsitek Indonesia provinsi Sumatera Barat masa bakti 2001-2004 di Aula Kantor Gubernur Sum­bar, Sabtu (4/9).

Gubernur mengatakan dalam masa pandemi CO­VID-19 kemampuan fiskal daerah jauh menurun karena anggaran tersedot untuk penanganan pandemi sementara anggaran dari pusat seperti DAU juga menurun.

Kunci untuk melanjutkan pembangunan di masa pandemi tersebut adalah sinergi dan kolaborasi de­ng­an berbagai pihak termasuk swasta dan perantau.

Ia mengatakan di tataran pemerintah sinergi dan kolaborasi telah dilakukan mulai dari tingkat Nagari pemerintah kabupaten/kota dan provinsi. Segala potensi dimaksimalkan ju­ga dengan melibatkan pa­ra perantau meskipun da­lam masa pandami kemampuan perantau juga terkena efek.Terkait or­gani­sasi, Mahyeldi berpesan untuk menjaga soliditas agar tujuan dan visi misi bisa tercapai secara maksimal. “Jangan sampai terjadi perpecahan sehingga akan menyita konsentrasi yang akan merugikan profesi sendiri,” ujarnya.

Sementara itu Deputy IAI Region Sumatera Denni Iwan Setiawan mengatakan IAI merupakan satu-satunya organisasi arsitek yang diakui oleh negara. Hal itu bisa terjadi karena IAI selalu berpegang te­guh pada prinsip dan idealisme.

Ia mengatakan arsitek membutuhkan lisensi untuk bisa bekerja. Dalam waktu dekat lisensi itu akan masuk ke ranah provinsi. Karena itu ia berharap dukungan dari Pemprov Sumbar untuk penerbitan lisensi itu.

Dilaksankan Mou antara Univ Eka Sakti dan IAI Sumbar oleh Rektor Eka­sakti Otong Rosadi SH, MH dengan ketua ibu Ivo Fridi­ana MT IAI, ketua IAI Su­matera Barat. MoU : tentang pendisikan pelatihan dan  pengembangan sumber daya manusia serta sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja di bidang konstuksi

Ketua IAI Sumbar I­vo Fridiana, MT, IAI me­nyebut sesuai aturan dalam melakukan praktek seo­rang arsitek yang terlibat dalam penyelenggaraan bangunan gedung wajib memiliki lisensi dari IAI.

“Oleh karena itu kami mengambil tema me­nyong­song pranata baru profesi arsitek Indonesia yang dalam salah satu rangkaian acaranya yaitu sosialisasi terkait Dewan Arsitek Indonesia, Surat Tanda Registrasi Arsitek dan Lisensi Arsitek yang disampaikan oleh narasumber dari Dewan Arsitek Indonesia secara daring,” katanya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional