Menu

Curi Becak Motor Melangsir Sawit, Pria Pengangguran Ditangkap di Rumah Pacar Jambak Jalur VII, Jorong Jambak, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat

  Dibaca : 835 kali
Curi Becak Motor Melangsir Sawit, Pria Pengangguran Ditangkap di Rumah Pacar Jambak Jalur VII, Jorong Jambak, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat
PENCURI BECAK— MZ (24) ditangkap jajaran Polsek Kinali atas kasus pencurian becak motor untuk melangsir sawit.

PASBAR,METRO–Seorang pelaku spesialis pencuri becak motor diringkus jajaran Polsek Kinali saat berada di rumah pacarnya di Jambak Jalur VII, Jorong Jambak, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (1/6) sekitar pukul 16.00 WIB.

Pelaku yang diketahui berinisial MZ  (24) yang merupakan warga Simpang Air Putih, Jorong IV Koto Barat, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali dan berstatus pengangguran ini tak berkutik saat ditangkap. Pasalnya, petugas menemukan barang bukti becak motor yang sudah dicurinya.

Kapolsek Kinali AKP Defrizal mengatakan, pencurian itu terjadi pada Sabtu (29/5) sekitar pukul 02.00 WIB. Malam itu, korban terbangun dan hendak mengunci mobilnya yang terparkir di dekat becak motor yang ia gunakan untuk melansir buah sawit.

“Namun, korban ter­kejut ketika melihat sepeda motor itu sudah hilang dan mencoba mencari, namun tidak ditemukan yang akhirnya kejadian ini dilaporkan kepada Polisi. Atas kejadian itu, korban melaporkan hal yang dialaminya kepada kita dengan kerugian yang dialami korban kurang lebih sebesar Rp2,5 juta,” ungkap Defrizal, Rabu (2/6).

Defrizal menambahkan, atas laporan itu, dilakukan penyelidikan dan akhirnya sekitar pukul 18.00 WIB pelaku diketahui berada di Jambak Jalur VII, Jorong Jambak, Kecamatan Luhak Nan Duo.

“Saat itu pelaku berada di sebuah rumah yang me­rupakan rumah pacarnya. Setelah situasi dipastikan terkendali, maka pelaku langsung digerebek dan ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan,” paparnya.

Saat ditangkap, jelas Defrizal, pelaku tidak melawan dan langsung dibawa Mapolsek Kinali untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku sudah diperiksa penyidik, dan diancam penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp60 ribu sesuai dengan Pasal 363 KUHP,” kata Defrizal. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional