Menu

Cucu Bunuh dan Rampok Nenek di Payakumbuh

  Dibaca : 219 kali
Cucu Bunuh dan Rampok Nenek di Payakumbuh
DIBUNUH—Jenazah nenek Ramunas (72) dibawa ke rumah sakit usai ditemukan tewas di kedainya, Jumat (18/9) pagi. Tak berselang lama, pelaku yang ternyata suami cucunya diamankan petugas.

PAYAKUMBUH, METRO
Warga Simpang Tigo Payobadar, Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh dihebohkan tewasnya seorang nenek bernama Ramunas (72). Dia ditemukan tewas di warung miliknya, Jumat (18/9) sekitar pukul 06.30 WIB.

Ramunas, ditemukan tergeletak tidak bernyawa di lantai yang tak jauh di tempat tidur miliknya yang juga berada di dalam warung. Peristiwa tersebut langsung menyebar, sehingga ratusan warga sekitar dan pengendara berdatangan ke lokasi kejadian. Aparat kepolisian dari Mapolsekta Payakumbuh, Luhak serta anggota Reskrim dan Inafis juga terlihat turun ke lokasi kejadian. Mereka langsung mem-policeline lokasi dan mengevakuasi korban untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira melalui Kasat Reskrim AKP M Rosidi didampingi KBO Reskrim Iptu Eridal di lokasi kejadian menyebutkan, bahwa di tubuh korban terdapat bekas tusukan senjata tajam.

“Memang benar ada luka tusuk di tubuh korban. Korban meninggal di lokasi kejadian. Dan setelah kita lakukan penyelidikan, tidak berselang beberapa jam sejak ditemukan, pelaku berhasil kita amankan, dan merupakan orang dekatnya,” sebut Kasatreskrim AKP M Rosidi.

Dari pantauan di Lokasi kejadian, saat jasad korban hendak dibawa menggunakan ambulans salah satu Puskesmas di Payakumbuh, terlihat sejumlah bekas luka di leher kiri dan kanan serta pundak. Polisi (Tim Inafis, red) yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga terliaht mengamankan sebilah pisau dapur.

Elimisdar (60) yang merupakan sepupu korban, membenarkan bahwa korban sehari-hari memang tinggal dan beraktivitas di warung miliknya di Simpang Tiga Payobadar. “Sehari-hari ibuk Ramunas memang tinggal di kedai itu. Biasanya kedai tersebut tutup sekitar pukul 21.00 WIB malam,” ceritanya.

Diamankan
Tersangka yang tega melakukan perbuatan biadab tersebut ternyata adalah orang dekat korban. Diduga pelaku N (23) panggilan Rian tersulut emosi dan dendam terhadap korban yang tidak lain adalah nenek dari istri pelaku.

Saat ini tersangka telah diamankan Tim Chetah Satreskrim dan Tim Gabungan Polres Payakumbuh yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP M Rosidi.

N diamankan hanya beberapa jam usai peristiwa tersebut menghebohkan Kota Payakumbuh. Semula, banyak spekulasi yang beredar di tengah masyarakat terkait tersangka yang tega menghabisi nyawa nenek Ramunas. “Alhamdulillah, tersangka telah kita amankan,” sebutnya.

Disampaikan Kasatreskrim, kronologis kejadian bermula saat salah seorang saksi Marsum, masuk dalam warung milik korban lewat pintu belakang dan menemukan korban di atas tempat tidurnya dalam warung dalam terlentang dan dilihat adanya luka akibat benda sajam pada bagian leher. Namun, saat diperiksa denyut nadi korban tidak ada lagi. “Di lokasi tim Satreskrim mengamankan sebilah pisau,” sebut Kasat.

Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui tersangka berada di rumah duka, tidak pikir panjang Tim Satreskrim langsung mengamankan N tanpa perlawanan sekitar pukul 11.00 WIB. N yang merupakan warga Batu Balang, Kecamatan Harau itu digiring ke Mapolres Payakumbuh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Dari pengakuan tersangka, diamankan barang bukti uang senilai Rp1.490.000, Anting warna emas sebanyak 2 buah, cincin warna emas sebanyak 1 buah, tas sandang warna hitam merk Mei Jie Luo, kaos dalam warna putih, sepasang sendal warna merah, 1 helai celana jeans hitam pudar dan 1 helai jaket warna dongker.

Pengakuan N, dirinya menghilangkan nyawa korban dengan cara mencekik leher dan menusuk leher korban dengan satu bilah pisau yang berada di dalam kedai. Setelah melakukan pembunuhan, dirinya mengambil satu buah cincin warna emas di jari korban, dua buah anting warna kuning emas di telinga korban serta mengambil uang yang berada di dalam saku celana korban.

“Saya merasa dendam dan sakit hati kepadanya karena dia sering menagih hutang kepada saya. Dan saya sebelumnya pernah melakukan pencurian dan masuk penjara,” akunya di hadapan penyidik. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional