Menu

Cuaca Tak Menentu, Masyarakat Diminta Waspada di Kabupaten Lima Puluh Kota

  Dibaca : 100 kali
Cuaca Tak Menentu, Masyarakat Diminta Waspada di Kabupaten Lima Puluh Kota
H. Joni Amir, S.Sos

LIMAPULUH KOTA, METRO–Cuaca akhir-akhir ini tidak menentu. Siangnya panas, tiba-tiba hujan deras disertai petir, kilat dan angin kencang. Masyarakat diminta untuk tetap was­pada dan hati-hati teritama didaerah yang rawan terjadi bencana seperti longsor, banjir dan angin kencang.  Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, H Joni Amir di dampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rahmadinol, di­kan­tornya Eks Kantor Bu­pati Lama di Jalan Jenderal Sudirman Kota Payakum­buh, me­nyebutkan peruba­han cuaca yang tidak me­nentu patut diwaspadai. Hal itu sebutnya, guna me­manimalisir terjadinya kor­ban dan kerugian ma­teri akibat dampak benca­na.

Dia juga menyampai­kan, Lima Puluh Kota me­mang termasuk salah satu daerah yang rawan terjadi ben­cana di Provinsi Su­matera Barat. Bahkan nya­ris setiap tahun bencana alam berupa banjir, longsor, angin puting beliung dan kebakaran hutan dan lahan terjadi di Lima Puluh Kota.

“Perubahan cuaca dari panas kehujan kita himbau masyarakat was­pada terutama yang berada di daerah rawan bencana apakah itu banjir, longsor, angin puting beliung dan pohon tumbang. Dan kita terus me­ngingatkan personil kita untuk was­pada, siap siaga. Kemudian kita juga selalu memberitahu terkait perke­m­bangan perkiraan cuaca dari BMKG kepada masyarakat peduli bencana melalui grub WA,” ungkap H.Joni Amir, ketika ditanya wartawan.

Disampaikannya, masing-masing kecamatan berpotensi terjadi ben­cana. Seperti Pangkalan dan Kapur IX, potensi bencana didaerah itu seperti banjir dan longsor. Mengingat di dua daerah itu ada aliran sungai seperti batang maek, kapur dan lainya yang acap kali meluap saat hujan deras tiba. Kemudian Kecamatan Harau, juga rawan terjadi Banjir terutama daerah Taram akibat luapan batang Sinamar. Luak dan Lareh Sago Halaban juga rawan banjir dan angin puting beliung.

“Pada umumnya semua wilayah kita rawan terjadi bencana seperti banjir akibat luapan suangi. Kemudian longsor terutama di Jalan Sumbar-Riau mulai dari Kelok 17 sampai perbatasan Sumbar-Riau Tanjuang Pauh, Pang­kalan. Untuk itu kita minta juga kepada pengguna jalan Sumbar-Riau untuk terus hati-hati terutama saat hujan,” harap mantan Kabag Humas ini.

BNPB Belum Turunkan Bantuan Bencana 2019

Bencana banjir dan longsor yang hampir terjadi setiap tahun akibat meluapnya sungai, menimbulkan ba­nyak kerusakan baik in­fra­struk­tur seperti ru­as jalan, pu­tusnya jem­batan dan ba­ngunan rumah warga yang ru­sak. Belum lagi areal pertanian se­perti sa­wah, kebun dan la­dang ser­ta ternak ayam dan ikan warga. Tentu, me­­nim­bul­­kan kerugian ma­teri yang cukup besar ter­­hadap ma­syarakat dan daerah.

Joni Amir menyebut, terkait dengan kerusa­kan infrastruktur akibat ben­cana seperti pu­tus­nya jalan atau jembatan yang bisa ditangani oleh daerah secara darurat dilaksanakan melalui dana bantuan tidak tetap. Namun bila besar maka BPBD akan mengajukan ke-BNPB.  “Sampai saat ini bantuan yang kita ajukan ke BNPB akibat bencana banjir 2019 belum turun juga ( ada beberapa titik ) semua perlengkapan ADM untuk  ajuan ke-BNPB sudah masuk ke aplikasinya BNPB, Kita menunggu,” ungkapnya.

Disampaikannya, diawal kepe­mimpinan Bupati Safaruddin Dt.­Ban­daro Rajo, sudah langsung melakukan koordinasi dengan BNPB dan bertemu langsung dengan Kepala BNPB saat itu Doni Munardo. “Tentu kita menunggu saja lagi. Kalau pelayanan ketika terjadi bencana kita selalu bahu membahu dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” jelasnya.

Sementara terkait dengan pe­nyebab banjir akibat meluapnya aliran sungai disampaikan Joni Amir, hal itu berkaitan dengan Daerah Aliran Su­ngai (DAS).  “Kalau perbaikan DAS itu melalui PU, karena masalah Sungai itu balai air wilayah V dan tugasnya tentang masa­lah Sungai. Kalau jalan Sumbar-Riau itu kewenangan balai jalan. Dan yang BNPB berkaitan dengan bencana, kalau kajian tehknisnya tentu PU sama  balai air wilayah V,” sebut Joni Amir yang dikenal dekat dengan awak media ini. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional