Close

Covid-19, Revisi Program Daerah di kota Pariaman

Wali kota Pariaman H Genius Umar

PARIAMAN, METRO–Wali kota Pariaman H  Genius Umar merevisi rencana awal (ranwal ) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pariaman tahun 2018 -2023.  Revisi tersebut dilakukan melalui konsultasi publik dan melibatkan DPRD Kota Pariaman, semua pimpinan OPD, tokoh masyarakat dan kepala desa/lurah se Kota Pariaman.

Wali  Kota Pariaman H Genius Umar mengatakan bahwa pada penyesuaian tema pembangunan Pemerintah Kota Pariaman tahun 2018-2023, tema yang telah dibuat pada tahun 2019 dan 2020 tidak mengalami perubahan.

Katanya, tahun 2021 yang awalnya pemantapan daya saing daerah melalui sektor strategis menuju Pariaman kota wisata, perdagangan, jasa yang religius dan berbudaya dilakukan perubahan menjadi pe­ningkatan daya saing daerah melalui percepatan pemulihan ekonomi dan kesehatan daerah,

Dikatakan, tahun 2022 awalnya pemantapan Pariaman kota wisata, perdagangan, jasa yang religius dan berbudaya dirubah menjadi percepatan pemu­lihan ekonomi melalui sektor strategis daerah dan penguatan system kesehatan daerah dan tahun 2023 yang awalnya perwujudan Pariaman kota wisata, perdagangan, jasa yang religius dan berbudaya berubah menjadi pemantapan Pariaman kota wisata, perdagangan, jasa yang religius dan berbudaya.

“Perubahan ini kita lakukan sesuai tema pem­bangunan Kota Pariaman, namun mewabahnya pandemi Covid-19 di Kota Pariaman memerlukan upaya percepatan penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah,” ujar Genius.

“Adapun program unggulan Pemerintah Kota Pariaman dibawah kepemimpinan Genius Umar dan Mardison Mahyuddin yang sedang berjalan antara lain, melanjutkan program kesehatan gratis, prgram penddikan gratis, kartu Pariaman pintar, program bus sekolah gratis ,magrib mangaji dan subuh mubarakah, program satu keluarga satu sarjana, pembangunan mesjid terapung Pariaman, pembangunan GOR dan Youth Center, pembangunan pusat pendidikan agaa non formal MDA (tingkat S), MDW (tingkat SLTP), MDU (tingkat SMU), program Pariaman sejahtera, pem­bangunan pusat pendidikan Al-Qur’an (Read Alquran Centre), pengembangan kawasan wisata terpadu dengan UMKM, pengembangan jalan sisi timur Pariaman, kesejahteraan guru honor PAUD, TK, SD dan SMP, pengembangan water front city, kesempatan kerja keluarga miskin, serta revitalisasi PKK da revitalisasi pasar yang ada di Kota Pariama,” terangnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Kota Pariaman, Fadli menungkapkan bahwa revisi ranwal RPJMD 2018 – 2023 Kota Pariaman ini dilaksanakan mengacu pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pem­bangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Pe­rubahan Rencana Pembangunan, PP 12/2019 tentang Pe­ngelolaan Keuangan Daerah, Perpres 18/2020 tentang RPJMN 2020-2024, Permendagri 90/2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah dan Per­mendagri 18/2020  PP 13/2019 Tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

“Pasal 342 ayat (1) huruf (c) pada   Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 menjelaskan bahwa salah satu alasan yang mendasari perlu dilakukan Perubahan RPJPD dan RPJMD adalah terjadi perubahan yang mendasar, Pasal 342 ayat (3) Perubahan yang mendasar dimaksud adalah mencakup terjadinya bencana alam, krisis eko­nomi dan perubahan kebi­jakan nasional. Ber­dasarkan kegiatan ini terlaksana dengan se­mestinya,” tutupnya.(efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top