Menu

Covid-19 Pengaruhi Pendapatan Daerah

  Dibaca : 196 kali
Covid-19 Pengaruhi Pendapatan Daerah
SIDANG PARIPURNA— Bupati Agam Indra Catri berbincang dengan anggota dewan usai sidang paripurna dengan agenda penyampaian nota penjelasan tentang KUA-PPAS APBD 2021, kemarin.

AGAM, METRO
Pandemi wabah Covid-19 tidak hanya berdampak kepada terhadap sektor masyarakat, tetapi juga mempengaruhi kepada penerimaan pendapatan daerah Kabupaten Agam pada 2021.

Karena akibat dari wabah virus Corona memang tiak terbantahkan melumpuhkan semua sektor perekonomian. Penerimaan pendapatan daerah Kabupaten Agam, yang diproyeksi mencapai Rp 1,3 triliun lebih pada 2021, mengalami penurunan sebesar Rp 170 miliar lebih atau 11,14 persen dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Bupati Agam, Dr H Indra Catri, dalam nota penjelasan tentang KUA-PPAS APBD 2021, dalam sidang paripurna DPRD Agam, Kamis (23/7). Ia merincikan, proyeksi penerimaan pendapatan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) turun 11,66 persen atau Rp 14 miliar lebih, menjadi Rp 110 miliar lebih.

Sedangkan dari pendapatan transfer yang sebelumnya merupakan dana perimbangan turun 11,51 persen, dari Rp1,3 triliun lebih menjadi Rp 1,1 triliun lebih, baik dari transfer pemerintah pusat maupun transfer antar daerah. “Lain-lain pendapatan yang sah juga diproyeksi me ngalami penurunan 1,72 persen, dari Rp 59,8 miliar lebih menjadi Rp 58,8 miliar lebih,” ujar Indra.

Di samping itu, belanja daerah pada APBD 2021 yang diproyeksi sebesar Rp 1,7 triliun lebih, justru naik sebesar Rp 153 miliar lebih atau 9,87 persen dari tahun sebelumnya. “Kenaikan ini disebabkan adanya perubahan struktur belanja daerah,” jelas Indra.

Proyeksi belanja, katanya adalah rancangan yang didasarkan pada pagu kegiatan yang dialokasikan pada masing-masing program, kegiatan dan sub program melalui aplikasi sipd.kemendagri.go.id.

Sementara itu, pembiayaan daerah Kabupaten Agam pada tahun anggaran 2021 ditujukan untuk mendukung terwujudnya stabilitas keuangan daerah. Sedangkan kebijakan pengeluaran pembiayaannya diarahkan kepada penyertaan modal atau investasi pada Bank Nagari.

“Rancangan KUA-PPAS ini disusun secara fleksibel dengan mempertimbangkan beberapa alternatif pelaksanaan program dan kegiatan, dalam rangka antisipasi perkembangan pandemi Covid-19 sampai ditetapkannya APBD 2021,” ulas Indra. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional