Menu

Covid-19 Mengganas di Tanah Datar beberapa, Paripurna Daring

  Dibaca : 61 kali
Covid-19 Mengganas di Tanah Datar beberapa, Paripurna Daring

TANAHDATAR, METRO–Mempertimbangkan pe­ning­katan kasus Pandemi Covid-19 di Tanah Datar beberapa waktu bela­ka­ngan, dan sebagai antisi­pasi penyebaran virus ter­sebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanah Datar menggelar Sidang Paripurna secara daring dalam rangka Pe­mandangan Fraksi-fraksi terhadap Ranperda La­poran Pertangg­ung­jawa­ban APBD Anggaran 2020, Rabu (9/6).

Sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Anton Yondra, didampingi Wakil Ketua Saidani, Sekretaris DPRD Elizar dan turut diha­diri Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, Asisten Pemerintahan dan Kesra  Suhermen serta kepala OPD di lingkup Pemda, Rabu (9/6/2021) secara daring dari Aula Kantor Bupati di Pagaruyung.

“Mengingat kondisi sa­at ini, kita mengadakan sidang secara langsung dan virtual. Anggota DPRD ada 11 orang secara virtual, dan 11 hadir secara langsung di ruang sidang ini sehingga memenuhi syarat untuk di mulai. Sedangkan Bupati bersama kepala OPD mengikuti secara virtual,” ujar Anton.

Selepas itu, peman­da­ngan fraksi DPRD dimulai dari fraksi PPP, PKS, Ha­nura, Demokrat, Gerindra, Nasdem, Perjuangan Gol­kar dan fraksi PAN yang disampaikan masing-ma­sing juru bicaranya.

Dalam penyampaian fraksi tersebut, semua menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Pemkab Tanah Datar kem­bali raih Wajar Tanpa Pe­nge­cualian (WTP) ter­ha­dap LHP dan LKPD tahun 2020, namun mengingatkan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jangan ter­lena, karena prestasi ini bukanlah satu-satunya u­ku­ran keberhasilan.

Sementara itu hal lain­nya yang menjadi sorotan fraksi adalah penggunaan dana dan penanganan Co­vid-19, realisasi penda­patan daerah, target ca­paian pajak sampai cara OPD untuk meningkatkan PAD Tanah Datar.

“Realisasi pendapatan daerah tidak sesuai target, termasuk pajak untuk m­e­ningkatkan PAD, tentunya ini menjadi catatan penting bagaimana cara mencapai target yang ditentukan,” ujar juru bicara Fraksi PPP Arianto.

Terkait agar target da­pat dicapai, tambah Arian­to, dibutuhkan OPD yang mampu untuk berkreasi dan saling koordinasi satu sama lainnya. “Penem­patan pejabat yang ber­kualitas pada posisi yang tepat harus menjadi salah satu perhatian bagi Bupati dan Wabup ke depan ke­tika mengisi struktur orga­nisasi perangkat daerah,” sampainya.

Dikatakan Arianto lagi, kelanjutan pembangunan Poliklinik RSUD M. Ali Hana­fiah yang belum siap pe­nger­jaannya. “Kita harap­kan pelayanan masya­ra­kat bidang pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas, seperti bagai­mana kondisi dan rencana kelanjutan pembangunan Poliklinik RSUD M. Ali Ha­nafiah sebagai salah satu sarana penunjang kenya­manan masyarakat mem­peroleh layanan kese­ha­tan,” katanya.

Dalam sidang itu juga ditanyakan tentang aset daerah, Silpa Pemkab dan Nagari, dan berbagai hal lainnya yang berhubungan dengan ASN.

Dan yang tak kalah pen­tingnya, sebagian fraksi berharap dalam masa ke­pemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini bisa menarik investor  me­na­nam­kan investasinya di Tanah Datar.

Dimana dinilai, kondisi saat ini pembangunan da­erah mengandalkan ban­tuan dan dana Pemerintah Privinsi dan Pemerintah Pusat, ke depan Bupati dan Wabup serta OPD mampu berkreasi mencari dari sumber lain, sehingga pem­bangunan di Tanah Datar semakin baik.

Selepas men­dengar­kan Pemandangan 8 Fraksi, sidang ditutup pimpinan sidang Anton Yondra dan direncanakan dua hari ke depan akan dilaksanakan sidang lanjutan untuk men­dengarkan jawaban Bupati atas pertanyaan fraksi hari ini. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional