Menu

Covid-19 Membeludak, Bupati Tanah Datar Gelar Rapat

  Dibaca : 49 kali
Covid-19 Membeludak, Bupati Tanah Datar Gelar Rapat
PIMPIN—Bupati Tanah Datar Eka Putra pimpin rapat bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19 Tanah Datar beserta camat se-Tanahdatar, Minggu (6/6) di Indojolito Batusangkar.

TANAHDATAR, METRO–Melihat kondisi per­kem­­bangan kasus ter­kon­fir­masi positif di Tanah Datar yang masih terus terjadi setiap hari, Bupati Tanah Datar Eka Putra meng­gelar rapat bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19 Tanah Datar be­serta Camat se-Tanah Da­tar, Minggu (6/6) di Indo­jolito Batusangkar.

 Dalam rapat koor­di­nasi ini, Bupati Eka Putra menekankan agar peme­rintah nagari segera me­rea­lisasikan rumah isolasi Covid-19. “Saya harapkan Camat selaku kepala Pe­merintah Kecamatan untuk sesegeranya melakukan koordinasi dengan Peme­rintah Nagari merea­lisa­sikan rumah isolasi ini, sebagai langkah untuk me­nekan peningkatan kasus Covid-19 di Tanah Datar,” ujarnya.

 Kondisi saat ini di Ta­nah Datar, tambah Bu­pati, sudah tahap mem­pri­ha­tin­kan bagi kita se­mua.

“Dengan rumah isolasi ini, tentunya akan bisa memutus rantai penye­baran Covid-19 dibanding isolasi mandiri. Karena kadang fasilitas dalam isolasi mandiri, terutama kamar mandi tidak men­cukupi, sehingga bisa saja keluarga yang terkena Co­vid-19 bisa terpapar virus ini,” katanya.

 Di akhir penyam­paian­nya Bupati berharap de­ngan koordinasi yang baik semua pihak, penyebaran Covid-19 bisa ditekan, bah­kan dihilangkan di Tanah Datar.

“Bersama kita wujud­kan nagari yang kuat da­lam penanganan Covid. Kalau nagari kuat, tentu daerah kita Luhak Nan Tuo juga akan kuat,” tambah Eka.

 Ke depannya, ungkap Bupati Eka Putra lagi, da­lam rangka pemutusan penyebaran Covid-19 ini, penerapan Prosedur Kese­hatan (Prokes) akan lebih diperketat lagi dan dija­lankan sesuai aturan yang ada.

 Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dr. Yes­rita Zedrianis menyam­paikan, perkembangan ka­sus terkonfirmasi positif Covid-19 di Tanah Datar masih terjadi.

“Hari kemarin ada 57 kasus positif Covid-19 se­hingga ada total 2163 kasus terkonfirmasi positif de­ngan 1782 pasien sembuh dan 66 meninggal dunia. Sedangkan informasi hari ini ada tambahan 45 kasus lagi,” ujarnya.

 Kemudian Kadis Yes­rita juga menyampaikan, dengan kondisi saat ini memang sangat dibu­tuh­kan sekali rumah isolasi di nagari.

“Kondisi yang diha­rap­kan kalau isolasi mandiri adalah satu pasien positif harus berada 1 kamar de­ngan kelengkapan kamar mandi sendiri, ini bertujuan agar virus tidak menyebar ke anggota keluarganya. Inilah manfaat dari rumah isolasi yang hendaknya diadakan oleh pemerintah nagari, tentunya dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” sebut Yes­rita.

 Hal senada disam­pai­kan Kadis PMDPPKB No­fenril, rumah isolasi yang disiapkan Pemerintah Na­gari seharusnya tidak ada alasan tidak ada dana, karena kebijakan 8 persen untuk penanganan COVID di tingkat Desa/nagari ter­tuang dalam Surat Edaran Kementerian Keuangan Nomor 2 Tahun 2021 dan Instruksi Kementerian De­sa/Inmendesa Nomor 1 Tahun 2021.

 “Minimal 8 persen dari dana desa/nagari itu harus diperuntukkan untuk pe­nanganan Covid-19. Dana ini bisa dimanfaatkan un­tuk realisasikan rumah isolasi ini dan Satgas Co­vid-19 di Nagari,” tukas­nya.

 Kegiatan tanya jawab dan diskusi dipimpin Plh. Sekda Edi Susanto turut dihadiri Kadis Sosial, Kadis Koperindag, Kasatpol PP dan Damkar, Kadis Perhu­bungan, Kadis Dikbud, BP­BD, Kominfo dan undangan lainnya. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional