Menu

Covid-19 masih Menghantui, Basafar Sementara Ditutup

  Dibaca : 159 kali
Covid-19 masih Menghantui, Basafar Sementara Ditutup
BERSAMA ULAMA— Pjs Bupati Padangpariaman Adib Alfikri bersama ulama Ulakan saat acara.

PDG.PARIAMAN, METRO
Pandemi Covid-19 terus menghantu dan melonjak naik, karena itulah masyarakat diimbau tidak berziarah ke makam Syekh Burhanuddin di Kecamatan Ulakan Tapakis dalam masa safar sekarang ini.

“Sebab, sehubungan dengan semakin dekatnya hari pelaksanaan agenda wisata religius di kabupaten Padangpariaman yang dikenal dengan acara basapa,” Pjs. Bupati Padangpariaman Adib Alfikri, kemarin.

Kegiatan basapa atau ziarah ke makam Syekh Burhanuddin di Ulakan itu, rutin setiap tahun dilakukan oleh jemaah syatariah yang datang dari berbagai pelosok tanah air.

Jumlah kunjungan jemaah tersebut bisa mencapai puluhan ribu orang dan akan menumpuk di pelataran makam serta surau-surau yang ada di sekitar kawasan makam, ditambah lagi dengan hadirnya para pedagang musiman yang datang dari berbagai pelosok Sumatera Barat.

Hari puncak dari pelaksanaan ziarah makam tersebut, selalu jatuh pada setiap hari Rabu kedua pada bulan Safar tahun Hijriyah yang disebut juga dengan sapa gadang dan pada Rabu berikutnya disebut dengan sapa ketek. Dimana, saat itu para peziarah masih terlihat ramai tetapi sudah bersiap untuk pulang dan lebih banyak terlihat aktifitas berbelanja untuk membeli oleh-oleh.

Mengingat kondisi pandemi covid-19 di Kabupaten Padangpariaman masih terus meningkat, yang sampai saat ini masih berada pada zona orange.

Maka Pjs Bupati Padangpariaman dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda memutuskan, agar jemaah tidak datang untuk berziarah. Baik secara perorangan maupun berkelompok atau rombongan ke makam Syekh Burhanuddin di Ulakan, karena dalam kondisi demikian pengunjung dan jemaah bisa menularkan atau tertular oleh covid-19 tersebut.

Camat Ulakan Tapakis  Ali Amri menjelaskan, bahwa Bupati menginstruksikan kepada tim gugus tugas covid-19 Kabupaten  untuk membuat pos pemeriksaan atau cek point di setiap pintu masuk kawasan makam Syekh Burhanuddin. Paling lambat 3 hari sebelum hari H, Pos Pemeriksaan disetiap pintu masuk sudah bisa beroperasi.

“Semuanya ada 4 pos pintu masuk, pertama dari arah Bandara atau Ketaping, kedua dari arah Pauh Kambar, ketiga dari arah Kapalo Koto dan pintu masuk yang keempat dari arah Pariaman atau Sunur,” tukasnya.

“Jamaah yang datang secara perseorangan akan diperiksa kondisi tubuhnya dan selama berziarah wajib menerapkan protokol kesehatan. Seandainya ada jemaah yang datang secara berkelompok dan dalam jumlah besar, maka disarankan untuk kembali ke daerah asalnya,” jelas Camat didampingi oleh Wali Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan.

Sehari sebelumnya, juga diadakan pertemuan membahas pelaksanaan Basapa ini. Terlihat hadir Tuanku Khalifah, niniak mamak, angku kadhi Ulakan dan perangkat nagari beserta aparat terkait yang bertempat di mesjid Raya Syekh Burhanuddin korong Kampung Koto nagari Ulakan. Dalam pertemuan tersebut telah disepakati agar Wali Nagari tidak menyediakan lapak untuk pedagang dan membuat surat himbauan kepada masyarakat, sebelum dikeluarkan surat resmi dari Kepala Daerah.

Himbauan tersebut berisi, agar masyarakat dan jemaah untuk tidak datang berkunjung atau berziarah ke makam Syekh Burhanuddin di Ulakan pada tahun ini. Hal ini mengingat tingginya tingkat penyebaran virus Corona di sekitar lokasi tersebut, sehingga dapat mengancam keselamatan jemaah dan masyarakat setempat yang berziarah.

Katanya, ia  Wali Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, menghimbau kepada seluruh Wali Nagari se-kabupaten Padangpariaman dan masyarakat peziarah/jemaah dari segala penjuru tanah air.

Dimohon kepada seluruh masyarakat Nagari masing-masing, supaya tidak datang menghadiri acara Basapa ke Ulakan, yang jatuh pada tanggal 7 Oktober 2020 (Sapa Gadang) dan tanggal 14 Oktober 2020 (Sapa Ketek).

 Dimohon juga kepada seluruh Wali Nagari se Sumatera Barat untuk mengimformasikan kepada ketua rombongan jama’ah, supaya tidak berziarah/basapa ke makam Syekh Burhanuddin di Ulakan pada tahun 2020 ini.

Himbauan ini adalah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, karena masyarakat yang terkena penularan Covid-19 selalu bertambah setiap harinya di Kabupaten Padangpariaman.

Himbauan ini adalah hasil keputusan rapat bersama antara Pemerintah Daerah dan Aparat terkait, pada hari Selasa tanggal 29  September 2020 di Ulakan.

Kemudian Pjs. Bupati Padangpariaman  Adib Alfikri didampingi Dandim 0308 Pariaman Letkol. CZI. Titan Jatmiko dan Wakapolres Padangpariaman Kompol. Ivan Coa Ampera, Kadis Kesehatan Yutiardi Rivai beserta Camat dan Wali Nagari berkesempatan melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Buya Heri Firmansyah yang merupakan Tuanku Khalifah ke XV dari keturunan Syekh Burhanuddin disamping Surau Pondok Ketek korong Koto Panjang Nagari Sandi Ulakan.

Dalam pertemuan itu Buya Heri Firmansyah menjelaskan, bahwa setiap acara Basapa ini ada tiga lokasi yang wajib dikunjungi oleh peziarah dan jemaah. Lokasi pertama yang disebut Tampat yaitu diyakini sebagai makam Syekh Burhanuddin, lokasi kedua Surau Gadang Tanjuang Medan yang merupakan pusat kegiatan penyebaran agama Islam, tempat syekh Burhanuddin mengajar mengaji dan bersilat. Kemudian lokasi terakhir yang selalu dikunjungi adalah Surau Pondok Ketek ini, yang merupakan rumah atau tempat tinggal dari syekh Burhanuddin.

“Sampai sekarang, di Surau Pondok Ketek ini masih tersimpan barang-barang peninggalan Syekh Burhanuddin diantaranya 4 helai Jubah, 7 buah Peci, 1 ikat pinggang dan 1 pandiang loyang serta beberapa kitab dan naskah kuno. Semua bangunan yang berada di kawasan ini dan barang yang bernilai tinggi ini, sudah diinventaris dan terdaftar sebagai benda cagar budaya. Setiap jemaah yang berkunjung kesini, secara berkelompok dapat melihat secara langsung keberadaan benda pusaka itu,”tambah Tuanku Khalifah megakhiri (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional