Menu

Covid-19 Belum Berakhir, Pengawasan Selektif Diberlakukan di Perbatasan

  Dibaca : 239 kali
Covid-19 Belum Berakhir, Pengawasan Selektif Diberlakukan di Perbatasan
TINJAU— Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno didampingi Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi, meninjau Balai Pengelolaan Perhubungan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III di perbatasan Provinsi Sumbar-Riau.

PANGKALAN, METRO
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno meninjau Balai Pengelolaan Perhubungan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III di perbatasan Provinsi Sumbar-Riau.

Peninjauan dilakukan terkait pelaksanaan pengawasan selektif di setiap pintu masuk ke Sumbar melalui darat, dalam upaya menjaga pengendalian penyebaran Covid-19.

“Kita terus berupaya mengendalikan penyebaran Covid-19. Karena itu perlu dilakukan pengawasan selektif orang yang masuk di jalur darat, laut maupun udara. Pengawasan penting agar masyarakat disiplin melaksanakan protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Irwan Prayitno saat kunjungan di Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (4/7).

Irwan Prayitno menambahkan, pengawasan selektif dilakukan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 41 Tahun 2020 perubahan atas Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Sebagai pimpinan kepala daerah, tidak bisa memberikan kebebasan orang keluar masuk di Sumatera Barat, seperti daerah lainnya. Karena penyebaran Covid-19 masih belum berakhir,” ujar Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno menambahkan, pengawasan selektif ini juga bagaimana pentingnya menerapkan protokol kesehatan bagi masyarakat, orang datang sehat, orang mengelola sehat, maka masyarakat Sumbar pun akan sehat.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, pelaksanaan pengawasan selektif di perbatasan memang tidak seketat sebelumnya. Namun, tetap setiap orang masuk itu mentaati protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan sesuai dengan ketentuan.

“Idealnya melakukan swab test, rapid test. Bahkan setidaknya ada memiliki keterangan sehat. Di antaranya dapat diketahui dengan mengukur suhu tubuh menggunakan thermo gun. Supaya nanti tidak ada orang yang terpapar Covid-19 datang ke daerah kita, yang mengakibatkan terjadinya penularan hingga terjadinya cluster baru,” kata Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno menegaskan, idealnya namanya tetap pengetatan karena Permenhub Nomor 25 tidak melarang, dan juga pembatasan sosial berskla besar (PSBB) tidak ada lagi.

Irwan Praytino juga mengajak Kepala BPTD Wilayah III Provinsi Sumbar Deny Kusdyana untuk tetap siaga di posko dalam upaya pengawasan terhadap orang-orang yang masuk ke Sumbar.

“Sesuai dengan pengarahan dari pusat bahwa orang yang berpergian dan berwisata sudah boleh. Sehingga ekonomi juga jadi bergerak, jadi silahkan datang ke Sumbar syaratnya ada dua, sehat dari Covid-19 dan mengikuti protokol kesehatan. Kalau sakit tidak boleh ke Sumbar,” tegasnya.

Irwan Prayitno juga menyebutkan di Sumbar, ada sembilan titik jalur darat untuk lebih diefektifkan pengawasannya. Karena saat Idul Adha nanti diprediksi orang masuk ke Sumbar akan meningkat.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional