Menu

Corona Harus Dilawan, Mari Sambut Kehidupan New Normal

  Dibaca : 298 kali
Corona Harus Dilawan, Mari Sambut Kehidupan New Normal
Anggota DPRD Sumbar Rico Alviano

SAWAHLUNTO, METRO
Mencermati perkembangan terakhir tentang pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong Pemerintah Pusat hingga daerah untuk mengalokasikan anggaran untuk dunia pendidikan di pondok pesantren seiring rencana pemerintah menerapkan tatanan hidup baru atau New Normal selama masa pandemi virus corona.

Ketua Umum PKB A. Muhaimin Iskandar didampingi Sekretaris Jendral PKB M. Hasanuddin Wahid dan Ketua Fraksi PKB DPR, Cucun Ahmad Samsjurijal menjelaskan menjelaskan, pondok pesantren juga menjadi yang paling terdampak dari pandemi virus Covid-19 atau virus corona. Setidaknya, ada hampir 28 ribu ponpes dengan 18 juta santri dan 1,5 juta pengajar menghentikan aktivitasnya. “ Saat ini muncul desakan dari para wali santri kepada pengasuh ponpes untuk segera membuka kembali pondok, sehingga aktivitas belajar mengajar bisa Kembali dilakukan,” uajr Muhaimin.

Ketua Umum PKB yang biasa disapa Cak Imin mengatakan “ Kondisi sarana dan prasarana pesantren, sebagian besar belum memenuhi standar kesehatan, terlebih protokol Covid-19 untuk menjalankan konsep new normal. Kebutuhan sarana dan prasarana itü meliputi Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren) beserta tenaga dan alat medis, Sarana MCK yang memenuhi standar protokol Covid-19, Wastafel portabel dan penyemprotan disinfektan, Alat Perlindungan Diri (APD), alat rapid test, hand sanitizer, dan masker dan Kebutuhan penambahan ruangan untuk ruang karantina, isolasi mandiri, ruang asrama dan ruang kelas untuk memenuhi standar penerapan physical distancing.

Ketua DPW PKB Sumatera Barat Febby Datuk Berbangso Nan Putiah mengatakan, kondisi ini harus segera diantisipasi, ditangani dan dicarikan solusi terutama oleh pemerintah pusat hingga daerah. “Apabila dibiarkan tanpa ada intervensi dan bantuan nyata dari pemerintah, pesantren dengan segala potensinya akan menjadi problem besar bagi bangsa ini. Pemerintah harus memberikan bantuan nyata kepada pesantren, “ kata Febby.

Senada dengan Febby, Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Barat dari PKB Rico Alviano Rajo Nan Sati, Jumat (29/05/2020) ketika menterjemahkan Surat Instruksi no. 2742 tentang Memperjuangkan Kelangsungan Pesantren di Era New Normal dan pertemuan melalui telecomverence bersama Dewan Pengurus PKB Pusat memuturkan” Pemerintah dinilai harus memberikan langkah kongkret untuk menjamin para santri bisa kembali belajar. Selain mementingkan sektor ekonomi yang merupakan tujuan utama new normal.”

Dalam intruksi tersebut ,tambah Rico , bantuan lain yang harus diberikan dengan memfasilitasi rapid test dan pemeriksaan swab massal untuk seluruh kiai dan santri sebagai penanda dimulai kegiatan belajar di pesantren, Pemenuhan kebutuhan ketahanan pangan dan ekonomi pesantren untuk santri yang kembali ke pesantren minimal selama 14 hari (mengikuti ketentuan isolasi mandiri) dan Penyediaan sarana dan prasarana belajar yang memenuhi standar new normal disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Keuangan termasuk di dalamnya digitalisasi proses belajar mengajar di pesantren.(cr2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional