Menu

Corona dan Langkah Andre

  Dibaca : 715 kali
Corona dan Langkah Andre
Ilustrasi

Oleh : Reviandi

SUMBAR sudah menjadi daerah merah atau wilayah dengan penderita covid-19 yang cukup tinggi. Sampai Minggu (29/3), tercatat sudah 8 orang positif terkena virus corona dan satu orang meninggal dunia pada Sabtu (28/3). Penguburan tanpa keluarga, dan hanya dilakukan beberapa orang dengan alat pelindung diri (APD) lengkap sempat terekam video dan foto warga yang nekat mendekat.

Sejak corona “masuk” Sumbar, sejumlah orang yang paling dicari oleh warga adalah anggota DPR RI dan DPD RI yang jumlahnya 18 orang. Mereka adalah orang yang sudah memenangkan pertarungan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 lalu dengan puluhan sampai ratusan ribu suara. Tak salah kiranya kalau masyarakat meminta mereka peduli terhadap musibah.

Bahkan, banyak yang tiba-tiba membuat surat terbuka, surat imbauan, permintaan dan sejenisnya yang isinya hampir seragam kepada para wakil rakyat dan senator di Senayan Jakarta ini. Intinya, mereka terlihat tidak peduli terhadap penderitaan masyarakat yang saat ini benar-benar berbahaya. Karena, siapa saja bisa terpapar virus yang obat atau vaksinnya belum kunjung ditemukan ini.

Beberapa yang menuliskan itu pernah kami tanyai, apa benar seperti itu para wakil rakyat yang sekarang digaji oleh uang rakyat. Apa betul tak ada yang benar-benar peduli dengan para pemilih yang mereka “manjakan” selama setahun terakhir jelang pencoblosan itu. Apa betul tak ada sedikitpun niat mereka untuk memberikan apa yang sedang dinanti warga.

Tak sedikit yang menyampaikan pesan-pesan itu di grup-grup whatsapp mereka, bahkan ada yang berulang-ulang. Tak diragukan lagi, anggota DPR/DPD itu ada juga di grup yang mereka sampaikan. Namun, tentu tak semua yang membaca, mungkin hanya diperhatikan oleh tenaga ahli atau orang-orang yang dianggap dekat dengan mereka saja. Paling tidak, informasi itu sampai ke telinga-telinga para pejuang politik itu.

Seorang teman yang gemar sekali membagikan postingan, baik dalam bentuk berita, relis atau informasi lain sempat ditanya, apa betul demikian. Semuanya atau sebagian saja? Dia menjawab dengan tegas, sebenarnya ada yang sudah turun dan peduli, tapi jumlahnya sedikit sekali. Mungkin yang turun itu adalah orang-orang yang akan maju di Pilkada 2020 ini saja.

Saat didesak siapa yang dia lihat sudah peduli, dengan tegas dia menjawab, Andre Rosiade, anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 dari Partai Gerindra. Katanya, dia salut dengan perjuangan yang dilakukan Andre untuk Sumbar. Tidak hanya saat corona saja, tapi sejak dilantik di Senayan Oktober 2019 lalu. Sudah banyak yang diberikannya untuk Sumbar.

Andre Rosiade, katanya, sudah melakukan sejumlah hal untuk pemberantasan corona. Yang paling diingat adalah, dia memberikan langsung ribuan masker untuk paramedis di RSUP M Djamil Padang dan Semen Padang Hospital (SPH) di saat APD itu benar-benar langka. Tak heran, langkahnya selalu menghiasi berbagai media lokal sampai nasional.

Andre juga menginisiasi pentingnya penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Hampir semua kader Gerindra bergerak melakukan penyemprotan rumah ibadah, kantor pemerintah, sampai rumah-rumah warga. Instruksi dari ketua DPD Gerindra Sumbar itu benar-benar sampai kepada kader-kadernya, baik yang anggota DPRD maupun yang tidak.

Ternyata, masih banyak yang akan dilakukan oleh Andre untuk memutus mata rantai coronavirus ini di tengah-tengah masyarakat Sumbar. Setidaknya, hal itu terlihat dari instruksinya yang katanya hanya dikirimkan di grup-grup internal Gerindra, telah menyebar dimana-mana. Maklum saja, jangankan hanya instruksi di WAG, suara off the record Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saja sudah beredar kemana-mana dan membuat heboh.

Ini adalah bocoran instruksi Andre untuk menghadapi wabah corona, seperti penyemprotan disinfektan seluruh daerah terus dilaksanakan, pembagian 200 APD ke rumah sakit, pemberian 20 ribu masker secara gratis, pemberian ribuan botol hand sanitizer, pemberian 1.000 paket sembako kepada masyarakat, pemberian 10 unit disinfektan chamber ke rumah sakit dan masjid. Katanya, akan dituntaskan jelang 10 April mendatang.

Andai instruksi ini benar-benar terlaksana, tentunya Andre akan menjadi buah-bibir bagi masyarakat Sumbar dan akan digiring kepada isu politik. Bahkan, bisa saja dia akan “didesak” maju sebagai calon Gubernur 2020 – andai Pilkada tak diundur oleh KPU dan Presiden. Kalaupun diundur, dia bisa saja disebut seorang yang sukses membantu masyarakat berjuang keluar dari krisis.

Tapi, sebelum pikiran itu jauh-jauh melayang, sebaiknya langsung saja dikontak Anggota Komisi VI itu. Apa dia akan berubah pikiran kalau diminta maju menjadi calon Gubernur Sumbar? Ah, ternyata sama saja. Dia mengaku tetap akan mengabdi sampai 2024 nanti. Mungkin kalau ada jodoh, akan maju di Pilgub tahun itu saja.

Artinya, kerja politik yang dilakukan hari ini bukanlah untuk mendapatkan jalan menuju ke Pilkada 2020. Melainkan untuk meringankan beban masyarakat yang sedang cemas dengan kondisi kekinian. Mungkin langkah-langkah yang diambil ini bisa menjadi pemicu semangat yang lain untuk berbuat. Seperti langkah potong gaji yang dilakukan Wali Kota Padang dan juga seluruh anggota DPRD dari PPP se-Sumbar. (Wartawan Utama)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional