Close

Colokan Mesin Cuci Renggut Nyawa Pelajar di Kabupaten Solok, Korban Ditemukan Tergeletak oleh Keluarga, Diduga Tersengat Listrik saat Mencuci Pakaian

TEWAS— Jenazah pelajar yang tewas akibat tersengat listri diserahkan kepada pihak keluarga.

SOLOK, METRO–Tragis. Seorang remaja perempuan yang berstatus pelajar SMA ditemukan dalam kondisi tak beryawa tergeletak dekat mesin cuci di rumahnya di Jorong Sawah Suduik, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Jumat sore (18/11).

Diduga, korban bernama Dila (17) tewas akibat tersengat listrik saat mencolokkan kabel mesin cuci. Kejadian itu sontak membuat keluarga korban yang berada di rumah, berteriak histeris. Warga pun berdatangan ke lokasi dan langsung membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Namun, setiba di rumah sakit dan diperiksa oleh tim medis, ternyata korban sudah meninggal dunia. Pihak keluarga yang mendengar penyataan tim medis, seketika tak kuasa menahan tangis. Setelah itu, jenazah korban dibawa oleh pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka lalu dikebumikan.

Kapolres Solok AKBP Apri Wibowo mengatakan, kasus tewasnya pelajar itu sudah ditangani oleh Polsek Kubung dan jajaran Satreskrim. Setelah mendapatkan informasi adanya kejadian itu, tim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi.

“Saat anggota tiba di rumah korban, jenazah korban ternyata sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Tentara Solok. Tim pun bergerak ke sana untuk mencek kondisi tubuh korban dan meminta hasil visum luar kepada petugas medis,” kata AKBP Apri.

Dijelaskan AKBP Apri, dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka bakar pada jari tangan korban yang diduga akibat tersengat listrik. Menurut keterangan dari keluarga korban, kuat dugaan korban tersengat listrik disaat mencuci pakaian dengan mesin cuci di rumahnya.

“Peristiwa tewasnya pelajar ini berawal sore itu korban tengah mencuci pakaian. Dengan menggunakan mesin cuci yang terletak di dekat pintu rumahnya itu, korban diduga tersengat listrik saat mencolokan kabel mesin cuci ke colokan listrik,” ujar AKBP Apri.

Saat tersengat listrik, ditambahkan AKBP Apri, seketika tubuh korban terpental dan tergelatak di lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri.Melihat korban tidak sadarkan diri, pihak keluarga korban langsung melihat korban dari dekat. Namun korban terlihat tidak bergerak meski sudah berusaha dibangunkan.

“Oleh pihak keluarga korban langsung dilarikan kerumah sakit tentara solok untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun naas nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Pada tubuh korban, memang tidak ada tanda-tanda luka aniaya,” ulas AKBP Apri.

Menurut AKBP Apri, untuk memastikan penyebab kematian korban tentunya perlu dilakukan autopsi. Hanya saja, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi lantaran meyakini korban meninggal akibat tersengat listrik.

“Keluarga korban membuat pernyataan menolak dilakukan autopsi pada tubuh korban. Setelah itu, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan kemudian dikebumikan,” pungkasnya. (vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top