Menu

Coba Kabur, Suami Pembunuh dan Pengubur Istri Ditembak

  Dibaca : 1935 kali
Coba Kabur, Suami Pembunuh dan Pengubur Istri Ditembak
Ketua DPC PPP Kota Solok Herdiyulis, perwakilan Audy Joinaldy yang menyerahkan bantuan APD untuk Tagana Kota Solok.
00

Tersangka pembunuh istri, Zulkarnain (20) terpaksa ditembak dan dibawa berobat ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat karena saat sudah diamankan oleh petugas, tersangka ini berusaha merebut pistol polisi dan melakukan perlawanan.

PARIAMAN, METRO–Minggu (11/10) pagi kemarin, tersangka pembunuh istri, Zulkarnain (20) di Kantarok, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padangpariaman sudah dibawa berobat ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat karena saat diamankan oleh petugas, tersangka ini berusaha merebut pistol polisi dan melakukan perlawanan.

Saat itu, tersangka melakukan perlawanan kepada petugas. Akibatnya, pistol polisi jajaran Polres Pariaman terpaksa menyalak. Tak pelak lagi, proyektil peluru tersebut langsung bersarang di kaki kanan tersangka. Hingga berita ini diturunkan tersangka tengah menjalani operasi pengeluaran proyektil peluru dari kaki kanan di RS Bayangkara Polda Sumbar.

Kepala RS Bhayangkara Polda Sumbar, Kompol dr Tasrif mengatakan, pihaknya telah menerima pelaku yang melakukan tindak pidana pembunuhan untuk dirawat karena mengalami luka tembak, Minggu (11/10) siang dan langsung diberikan perawatan intensif untuk merawat luka tembak yang dialaminya.

”Tahanan dititipkan di Ruang Kesehatan Tahanan dan masih menjalani perawatan medis. Saya memang sudah mendapatkan laporan tahanan itu masuk, namun saya belum menerima laporan bagian mana yang ditembak,” ungkap Tasrif.

Pantauan POSMETRO, pelaku terlihat lelap di atas tempat tidurnya di dalam ruang kesehatan tahanan. Selain itu, di luar ruangan itu terlihat dua orang dari anggota polisi Polres Pariaman berjaga-jaga dengan senjata lengkap. ”Dia akan diserahkan kembali ke Polres Pariaman kalau sudah selesai dirawat,” paparnya.

Seiring dengan itu, Polres Pariaman akhirnya berhasil menangkap dua orang pelaku pembunuh Afrezi Arifin (23), ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal di Korong Lohong, Kenagarian Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau. Tersangka utama dalam kasus ini adalah Zulkarnain dan AL yang merupakan warga Tiku, Kabupaten Agam.

Kapolres Pariaman, AKBP Rico Junaldi, SIK ketika menjawab pertanyaan POSMETRO kemarin mengakui kasus penangkapan tersangka di Bengkalis, Riau. Pelaku masih sempat berusaha melakukan perlawanan. Akibatnya, kaki kanan tersangka tertembak pistol polisi dan sekarang menjalani pengobatan di RS Bhayangkara Polda Sumbar.

”Tersangka kita bawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat untuk menjalani pengobatan dan operasi pengeluaran proyektil peluru yang bersarang di kaki kanannya. Kalau tidak ada halangan, tersangka akan kembali ke Polres Pariaman Senin siang atau sore. Saat itulah kita periksa tersangka,” ungkapnya.

Namun katanya, sekarang belum dilakukan pemeriksaan tersangka karena masih menjalani perawatan. Sementara, dugaan kasus tersangka ini sampai nekat membunuh istrinya hingga dikubur di bawah pohon sawit adalah karena sakit hati kepada korban. “Kita terus melakukan pendalaman pemeriksaan untuk mengetahui motif sebenarnya,” ungkapnya.

Kemudian katanya, pemeriksaan saksi-saksi juga akan dilakukan penyidik untuk pengembangan kasus. Disamping itu, untuk penyelesaian berkas perkara juga untuk mendalam pemeriksaan. Apalagi, saat oleh TKP juga ditemukan Barang Bukti (BB) lainnya, sepeti peralatan untuk mengisap sabu.

Sebelumnya, seorang IRT ditusuk tiga lubang oleh mantan suami lalu dikubur di kebun sawit. Akhirnya, mayat korban ditemukan masyarakat dan petugas Polsek Sungai Limau dalam kondisi dikubur di bawah pohon sawit Kukualang Paingan, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman, Kamis (24/9) sekitar pukul 18.30 WIB.

Korbannya, Afrezi Arifin, Ibu Rumah Tangga (IRT) tinggal di Korong Lohong Kenagarian Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau Padangpariaman. Namun, sang suaminya berinisial Z saat itu kabur. Sekarang, tersangka telah berhasil ditangkap polisi dan menjalani perawatan di RS Bayangkara Polda Sumbar.

Kasus ini berawal saat korban Afrezi Arifin, Selasa (22/9) sekitar pukul 21.00 WIB pergi dari rumah minta izin kepada kakaknya, karena akan menemui suaminya. Namun, sampai Rabu (23/9) korban tidak pulang pulang ke rumah orang tuanya. Melihat kondisi demikian, orang tua korban melaporkan kasus anaknya tidak pulang ke Polsek Sungai Limau.

Namun, pada Kamis (24/9) sekitar pukul 18.30 WIB masyarakat dan petugas kepolisian digemparkan dengan penemuan mayat Afrezi Arifin terkubur di bawah pohon sawit Kuku Alang, Kecamatan Batang Gasan. Berdasarkan temuan tersebut petugas kepolisian langsung melakukan evakuasi korban dengan terlebih dahulu menggali kuburan.

Saat dilakukan evakuasi ditemukan tusukan tiga lubang di bagian perut dan dada. Bahkan usus perut korban keluar. Begitu juga kepala korban memar, karena diduga bekas benturan benda tumpul. Mayat korban ditemukan pertama kali oleh masyarakat dan polisi, karena melakukan pencarian semenjak korban tidak pulang ke rumah orang tuanya.

Kemudian saat ditemukan kaki korban keluar, karena kuburannya asal jadi digali tersangka. Berdasarkan hal demikian mayat Afrezi Arifin ditemukan pertama kali. (efa/r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional