Menu

Citilink Pecah Ban dan Tergelincir di BIM

  Dibaca : 639 kali
Citilink Pecah Ban dan Tergelincir di BIM

PADANGPARIAMAN, METRO

Diduga mengalami pecah ban, pesawat Citilink yang sedang membawa 174 penumpang tergelincir di saat landing (mendarat) di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Minggu (2/8) sekitar pukul 19.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, sejumlah penumpang dilaporkan pingsan dan kedinginan sebab harus turun di tengah hujan.

Informasi yang dihimpun POSMETRO dari pihak bandara, pesawat Citilink tersebut take off dari Jakarta sekitar pukul 18.00 WIB dan saat akan landing di runway 33 BIM, pesawat ini harus tergelincir karena pecah ban. Sampai berita diturunkan pukul 21.00 WIB, pihak bandara ataupun maskapai yang bersangkutan tengah melakukan pendataan penumpang dan melakukan penyelamatan.

Salah seorang penumpang, Febby Datuak Bangso yang merupakan calon Wali Kota Bukittinggi ini mengatakan, dia berangkat bersama rekannya dari Bandara Soekarno Hatta menuju BIM sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, kondisi cuaca sangat cerah, terlebih saat pesawat take off dari Cengkareng.

”Namun, baru 45 menit pesawat take off, cuaca sudah mulai memburuk dan sejumlah penumpang di dalam pesawat cemas,” ucap Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini saat dihubungi.

Kondisi tersebut membuat para penumpang cemas dan ketakutan, bahkan berteriak minta tolong. ”Setahu saya, saat pesawat landing ada dua orang penumpang yang dilarikan ke rumah sakit, tapi saya tidak tahu identitasnya,” tukas Febby.

Selain itu, penumpang menyayangkan sikap dari Citilink yang tidak prihatin dengan penumpang. Sampai pukul 20.00 WIB, penumpang masih telantar di BIM, sementara pihak maskapai tidak menyediakan ruangan khusus untuk para penumpang. ”Seharusnya, Citilink mendekati dan menenangkan penumpang serta memberikan trauma healing,” tegasnya.

Sementara itu, Station Quality Control (SQC) Padang, Dedi Aristiadi mengatakan, bahwa kondisi cuaca memang tengah hujan deras. Pesawat Citilink tujuan Batam-Padang ini pecah ban dan tergelincir di landasan bandara.

”Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG970 tergelincir dari runway 33, dan kondisi semakin memprihatinkan karena di kawasan itu hujan turun sangat deras, sehingga penumpang yang sedang dievakuasi harus basah-basahan,” jelas Dedi.

Dari foto-foto yang beredar di media sosial, tampak sejumlah penumpang basah kuyup kehujanan, bahkan ada yang terpaksa menanggalkan kausnya. Pesawat Airbus 320 ini diketahui juga membawa 174 penumpang, satu orang anak dan tiga  bayi.

Districk Sales Manager Citilink Padang, Sugiarto saat dihubungi POSMETRO mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya melakukan evakuasi terhadap para penumpang. “Saat ini kami masih melakukan evakuasi terhadap para penumpang. Nanti kita beritahu secara detail berapa penumpang yang ada di pesawat saat kejadian. Maaf ya, nanti kita kabari lagi,” ucapnya.

Menurutnya, pihak maskapai sendiri sudah melakukan upaya terbaik agar para penumpang bisa selamat. Semua penumpang yang ada diatas pesawat langsung dibawa ke dalam bandara dan diberikan perawatan. Memang ada sejumlah anak-anak yang kedinginan karena terkena hujan, tapi tidak ada korban jiwa.

”Ini kita lagi melakukan evakuasi terhadap para penumpang dan kita berupaya untuk menyelamatkan para penumpang,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager BIM, Asep Supriatna saat dihubungi Minggu malam belum bisa mengangkat teleponnya, mungkin tengah membantu evakuasi para penumpang dari pesawat tersebut.

Jika dirunut, kejadian serupa juga pernah dialami Citilink pada tahun 2013 lalu di BIM. Saat itu, pesawat Citilink QG 970 jenis A320 rute Jakarta-Padang mengalami pecah ban sebelah kiri setelah menyenggol lampu landasan Bandara Internasional Minangkabau saat hujan melanda kala itu.

Namun, bukan terjadi gangguan dan pesawat dengan normal bergerak menuju tempat parkir untuk menurunkan penumpang yang semuanya selamat. Sedangkan fasilitas bandara yang rusak akibat insiden itu hanya dua lampu landasan yang pecah.

Kasus insiden pesawat Cililink di Bandara Internasional Minangkabau sudah ke dua kalinya pada 2013, karena pernah terjadi pada awal April lalu. Kejadian yang sama pada April lalu juga menyenggol lampu di runway bandara. Akibatnya ban pesawat pecah dan tiga lampu landasan rusak. (age/d/hsb)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional