Close

Ciptakan Suasana Kerja yang Harmonis, DPMPTSP-Naker Gelar Sosialisasi untuk Pengusaha dan Pekerja

SOSIALISASI— Pemerintah Kabupaten Agam melalui DPMPTSP-Naker menggelar sosialisasi peraturan perundangan tentang ketenagakerjaan dan sarana hubungan industrial.

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ke­tenagakerjaan (DPMPTSP-Naker) menggelar sosialisasi peraturan perundangan tentang ketenagakerjaan dan sarana hubungan industrial, Senin (25/7).

Kepala Bidang Hubungan Industrial DPMPTSP-Naker Agam Basrizal mengatakan, sosialisasi yang diikuti puluhan pengusaha dan pekerja itu merupakan upaya menciptakan suasana kerja yang harmonis antara keduanya.

“Hubungan industrial yang baik sangat dibutuhkan, karena melalui hubungan industrial akan diatur syarat kerja yang terdiri dari hak dan kewajiban dari ma­sing-masing pihak, agar mencapai kondisi yang aman dan dinamis,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mencapai tujuan hubungan industrial, diperlukan sarana hubungan indust­rial yang tertuang pada Pa­sal 103 Undang-Undang Ketenagakerjaan antara lain serikat pekerja/buruh, LKS Bipartit, peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama.

“Untuk itu, sosialisasi yang diadakan ini menjadi penting untuk dilakukan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Agam, Dr H Andri Warman, MM melalui Kepala DPMTSP-Naker Agam, M. Lutfhi, saat membuka sosialisasi mengatakan dalam menjalankan hubungan industrial, pemerintah mempunyai fungsi menetapkan kebijakan. Serta memberikan pelayanan, melaksanakan pengawasan dan me­lakukan penindakan terhadap pelanggaran perundangan ketenagakerjaan.

Pekerja/buruh dan se­rikat perkerja/buruh mempunyai fungsi menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi secara de­mok­ratis, mengembangkan keterampilan dan ke­ah­lian serta ikut memajukan perusahaan dan memperjuangkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya.

Pengusaha dan organisasi pengusaha mempunyai fungsi kemitraan, me­ngembangkan usaha, mem­perluas lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan pekerja/buruh secara terbuka, demokratis dan ber­keadilan,” terangnya.

Adapun tujuan hubungan industrial itu sendiri ulasnya, yakni menciptakan iklim yang kondusif bagi peningkatan produktivitas untuk pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan pekerja/buruh beserta keluarganya.

“Kemudian menciptakan iklim yang mendorong kemajuan usaha dan peningkatan investasi dalam rangka pertumbuhan eko­nomi nasional yang mampu memperluas kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran,” jelasnya.

Melalui sosialisasi yang digelar, pihaknya berharap tercipta keberhasilan da­lam hubungan industrial. Keberhasilan itu ditandai dengan terbangunnya komunikasi efektif, mening­katnya saling pengertian.

Serta, tumbuhnya rasa tanggungjawab dan lahirnya kesepakatan bipartit dalam mencegah dan me­nyelesaikan perselisihan hubungan industrial.

“Saya juga berharap melalui sosialisasi ini para peserta dapat memahami betapa pentingnya peraturan perundangan terkait hubungan industrial ke­tenagakerjaan di perusahaan,” ujarnya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top