Menu

Ciptakan Lapangan Pekerjaan, Camat Harapkan G5 Buka Cabang Usaha di Payakumbuh

  Dibaca : 79 kali
Ciptakan Lapangan Pekerjaan, Camat Harapkan G5 Buka Cabang Usaha di Payakumbuh

POLIKO, METRO–Camat Payakumbuh Ba­rat Junaidi berharap peran­tau yang tergabung dalam organisasi Gonjong Limo dapat membuka cabang u­saha di Payakumbuh agar anak-anak di kampung bisa mendapat peluang bekerja.

“Saat ini peluang inves­tasi di Payakumbuh dan Li­ma­puluh Kota sangat men­janjikan, kita yakin perantau Gonjong Limo pasti bisa me­rasakan sendiri perkem­ba­ngan di kampung kita saat ini,” ujar Junaidi dalam sam­bu­tannya saat membuka pelaksanaan bakti sosial Gon­jong Limo (G5) Bandung di kantor camat Payakumbuh Barat, Minggu (13/6).

Apalagi, kata Junaidi, di tengah pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang perekonominnya terganggu, kehadiran G5 Bandung yang terus rutin membantu ma­syarakat yang kurang be­runtung melalui bakti sosial sangat dirasakan man­faat­nya. Namun, camat meng­harapkan para perantau dari Luak Limopuluah yang ber­hasil di perantauan itu bisa menyalurkan energi yang lebih besar dengan mem­buka lapangan kerja.

“Perhatian dan bantuan dari G5 Bandung sangat kami apresiasi, mudah-mudahan Allah memberkati dan mem­balas dengan pahala yang berlipat ganda,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Gon­jong 5 Bandung Cipta Hadi menjelaskan bakti sosial Ru­mah Zakat Gonjong 5 Ban­dung sudah belasan tahun dilakukan, biasanya di da­erah terpencil, dan itu sudah dilaksanakan sejak diketuai oleh almarhum Uda Aziz.

“Saat ini Gonjong 5 Ban­dung diketuai Hikmat Israr. Organisasi ini terus berko­laborasi bersama peme­rin­tah untuk bisa memberikan asistensi dan bentuk jalinan tali silaturahmi perantau dengan orang di kampung,” ujarnya.

Cipta Hadi menyam­pai­kan dirinya mengapresiasi camat yang memiliki visi tak hanya mensejahterakan ma­syarakat, namun memba­ngun pondasi fundamental, kuat agama dan adat is­tiadatnya, serta keinginan kuat untuk masyarakatnya bagaimana mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

“Kami berharap kita bisa saling berkomunikasi mem­buat program-program untuk mewujudkan visi misi itu, kalau program G5 Bandung saat ini sekedar bakti sosial dan sunatan masal saja, ke­depan akan kita jadikan se­bagai sebuah wadah besar. Nanti rumah zakat ini ditrans­formasi sebagai wadah untuk memberi manfaat yang lebih besar dengan membuka kan­tor dan mendirikan yayasan Rumah Zakat Gonjong Limo. Disini kita bisa memberi beasiswa kepada anak-anak berprestasi dan membuka lapangan kerja bagi anak-anak yang sesuai ke­ahlian­nya,” ungkapnya diamini Yonda Risdon dan Alfian Amir.

Dari sisi Wali Kota Riza Falepi, dalam hal ini diwakili Asisten III Amriul Dt. Kara­yiang menyampaikan kalau Gonjong Limo adalah or­ganisasi tertua di Luak Limo­puluah. Pada tahun 1970 Lu­hak Limopuluah dimekarkan menjadi dua pemerintahan. Secara filosofis, historis, dan kemasyarakatan ikatan ini tidak bisa dipisahkan.

“Gonjong Limo terus ber­kontribusi dalam semua as­pek. Dengan persoalan kede­pan semakin lama semakin banyak, kita harus buat program, bagaimana tidak ha­nya sekedar berbagi santu­nan saja. Banyak anak-anak kita yang tamat kuliah di rantau seharusnya bisa ber­buat bagi kampungnya, me­ngolah lahan tidur, istilah kita mambangkik nan takolok manjadi jago,” ungkap Am­riul.

Amriul juga memaparkan G5 Bandung bergerak mela­kukan perubahan dengan ilmu yang didapat di rantau. Peluang investasi di Paya­kumbuh seperti perkebunan, perikanan, dan pertanian sangat menjanjikan.

“Potensi kita ada banyak lahan yang bisa digarap, sehingga kedepannya porak nan loweh ini bisa digerak­kan untuk di tanami oleh kelom­pok petani moderen dan profesional,” pungkasnya.

Bak kata pepatah mi­nang, “sajauah-jauah bangau ta­bang, pulangnyo ka kuba­ngan juo”. Pengurus dan anggota organisasi perantau asal Luak Limopuluah (Paya­kumbuh-Limapuluh Kota) pulang kampung dalam rang­ka melaksanakan bakti so­sial, rindu dengan dunsanak di kampung.

Selain sunatan massal yang dilaksanakan untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, ternyata para perantau G5 Bandung juga membagikan santunan untuk kaum duafa yang di­peroleh dari zakat infak se­dekah para donatur yang menitipkannya ke Rumah Zakat Gonjong Limo (RZG5) Bandung.

Ada sekitar 200 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan di Kabupaten Lim­a­puluh Kota dan Kota Paya­kumbuh. Masing-masingnya sebanyak 50 kaum dhuafa dan 50 anak-anak dari ke­luarga miskin yang disantuni oleh Pengurus Rumah Zakat Gonjong Limo (RZG5).

Di Kabupaten Limapuluh Kota, kegiatan dipusatkan di Kecamatan Luhak meliputi Nagari Sungai Kamuyang, Nagari Andaleh, Nagari Mu­ngo, dan Nagari Sikabu-Kabu pada Sabtu (12/6). Sementara hari ini, untuk Kota Paya­kumbuh berpusat di Keca­matan Payakumbuh Barat. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional