Menu

Cemburu Buta Mahasiswi Dianiaya Pacar

  Dibaca : 567 kali
Cemburu Buta Mahasiswi Dianiaya Pacar
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menghadiri Acara Puncak Hari Nusantara 2019 di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sabtu (14/12). Foto: IST
Penganiayaan

ilustrasi

PADANG, METRO–Berpacaran tidak selamanya mengenakkan dan setiap hari disayang oleh pacar. Inilah yang dialami Kurnia Rahmi (22), mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Padang. Wanita ini dianiaya hingga babak belur oleh pacarnya sendiri karena cemburu. Miris, korban bahkan sempat dipukuli oleh sang pacar dengan batu besar. Tubuhnya didorong hingga jatuh dari sepeda motor.

Aksi brutal ini dilakukan oleh kekasih Kurnia Rahmi, yakni Rimpeto (23), warga Jondul Rawang, Kelurahan Rawang Barat, Kecamatan Padang Selatan. Korban berhasil selama dari maut saat warga melihat wanita muda ini berdiri sembari menangis di ruas jalan Lubukbuaya, Kecamatan Kototangah, pada tengah malam buta.

Sementara sang pacar tanpa berperikemanusian meninggalkan korban begitu saja di tepi jalan. Mengetahui putrinya dianiaya hingga babak belur, membuat keluarga Kurnia Rahmi datang melapor ke Mapolsekta Padang Selatan, dengan nomor LP 146/k/III/2016/Sektor Padang Selatan.

Pengakuan korban, peristiwa mengerikan itu terjadi Sabtu (12/3) pukul 18.00 WIB. Saat itu korban bertemu dengan pelaku di Perumahan Villa Mega, Kecamatan Padang Selatan. Saat itu, terjadi pertengkaran antara pelaku dengan korban. Pelaku cemburu buta korban dekat dengan seseorang. Emosi, pelaku memukul korban berulang kali dikepala.

Masih terpancing emosi, pelaku kemudian membawa paksa korban dengan sepeda motor ke Pantai Aiamanih. Di sana pelaku kembali memukul mulut korban, hingga bengkak dan mengeluarkan darah. Korban hanya bisa pasrah sembari menahan sakit yang diderita.

Pelaku kemudian kembali melajukan sepeda motor tersebut, hingga tiba di Simpang Enam, kawasan Pondok. Pelaku memberhentikan sepeda motor.
”Saat itu saya berusaha kabur, namun kembali dikejar hingga akhirnya bertemu di Simpang Kinol. Dia berusaha membujuk saya untuk kembali naik ke sepeda motor,” ungkap korban saat memberi keterangan kepada petugas.

Pelaku kembali membawa korban berleliling, namun pertengkaran terus berlanjut. Sesampai di Jalan Tarandam, saat sepeda motor masih melaju, korban didorong oleh pelaku, hingga mahasiswi ini terjatuh dari sepeda motor. Tubuh wanita muda ini lulka lecet.

Meski melihat pacarnya sudah terluka, rupanya tidak membuat pelaku puas. Pemuda bertubuh kurus ini kembali memaksa korban untuk naik ke atas sepeda motor.

Setiba di Jalan Perintis Kemerdekaan (dekat RSUP M Djamil), tersangka menghentikan sepeda motor. Dan, tersangka bertanya kepada korban, mengapa selingkuh. Setelah itu, korban kembali dibawa keliling, hingga tiba di Bypass. Di sana tersangka kembali memberhentikan sepeda motor, dan memukul muka korban.

”Saya hanya bisa menahan sakit dari pelampiasan kemarahan dia,” kata mahasiswi ini.

Pelaku kembali melajukan sepeda motor tersebut, hingga ke sampai di daerah Palapa, Kabupaten Padangpariaman. Di sana pelaku menghentikan sepeda motor, dan mengambil batu sebesar kepalan tangan. Setelah batu diambil, pelaku kembali melajukan sepeda motor tersebut. Di perjalanan, pelaku memukulkan batu tersebut ke tulang kering kaki kiri dan kanan korban.

Sepeda motor akhirnya sampai di Lubukbuaya. Di sana, pelaku berhenti dan korban menangis. Warga yang melihat, menghampiri keduanya. Pelaku yang takut, langsung tancap gas. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban diajak pulang dan sampai di rumah kakaknya.

Kapolsekta Padang Selatan Kompol Eriyanto melalui Kanit Reskrim, Ipda Joko Suprianto mengatakan setelah menerima laporan dari korban, pihaknya langsung melakukan visum untuk melengkapi berkas terkait kasus penganiayaan.

”Akibat ulah pacarnya yang gelap mata, korban mengalami luka pada wajah dan kaki,” kata Ipda Joko.

Dua pekan setelah pemukulan tersebut, aparat akhirnya berhasil membekuk pelaku Rimpeto. Pemuda ini tidak mengelak, ia digelandang ke Mapolsek Padang Selatan.

“Pelaku telah mendekam di sel tahanan dan masih diperiksa intensif terkait kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban menderita luka-luka lebam, bengkak. Pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional