Menu

Cegah Stunting saat Pandemi Covid-19, Dinkes Sumbar Kerahkan Kader Posyandu

  Dibaca : 138 kali
Cegah Stunting saat Pandemi Covid-19, Dinkes Sumbar Kerahkan Kader Posyandu
Kepala Dinkes Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi

PADANG, METRO
Tidak hanya penanganan terhadap pandemi Covid-19, penanganan terhadap kasus stunting oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumbar masih terus berlanjut. Pada tahun 2019 lalu, kasus stunting di Provinsi Sumbar berada pada angka 30,8 persen. Angka itu cukup tinggi dari target nasional yaitu kurang dari 20 persen. Penanganan kasus stunting menjadi perhatian serius dari Pemprov Sumbar.

Untuk menekan angka stunting ini, Pemprov Sumbar melakukan fasilitasi pembinaan, pemantauan, evaluasi. Kemudian tindak lanjut serta pelaksanaan program dan anggaran penyediaan intervensi gizi prioritas di wilayah kabupaten/kota.

Kepala Dinkes Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan, keluarga berperan penting dalam upaya menekan angka stunting di masa pandemi Covid-19.

Menyadari arti penting peran keluarga ini, Dinkes Sumbar mengarahkan kader posyandu dalam melaksanakan edukasi, sosialisasi, dan pengawasan secara langsung terhadap keluarga. Hal ini sesuai dengan Permendagri 19 Tahun 2011.

“Berdasarkan permendagri diperlukan pula pengintegrasian layanan sosial dasar di posyandu dengan adanya keterlibatan dari berbagai unsur. Ini dilaksanakan agar terwujudnya peningkatan ekonomi keluarga, kesehatan lansia, dan sebagainya,” ungkap Arry.

Arry mengungkapkan, pencegahan stunting di masa pandemi Covid-19 dilaksanakan terhadap kelompok balita, ibu hamil, dan menyusui. Program pemerintah dilaksanakan dengan promosi dan dukungan menyusui. Kampanye gizi seimbang serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kemudian juga ada program edukasi dan konseling dengan memanfaatkan media, di antaranya Surat Masa Singkat (SMS), ataupun WhatsApp group. “Kita juga melaksanakan prioritas layanan pada balita, dengan pelayanan kesehatan kunjungan dari rumah ke rumah. Untuk pelayanan kesehatan ke rumah warga ini melibatkan kader posyandu yang juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat,” terangnya.

Untuk pencegahan stunting ini, Dinkes Provinsi Sumbar juga melaksanakan kegiatan pemberian makanan tambahan kepada balita kurang gizi maupun ibu hamil kurang energi kronis serta pemberian suplementasi gizi.

Arry mengungkapkan, di Provinsi Sumbar, locus penanganan pencegahan stunting ada pada empat kabupaten. Yakni, Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Kabupaten Solok dan Limapuluh Kota.

Untuk penanganannya, Dinkes Sumbar menghimpun informasi langsung dari masyarakat. Terutama saat pelayanan posyandu, melalui penimbangan anak. Pada Agustus 2020, penimbangan anak sudah mencapai 72 persen.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional