Menu

Cegah Peredaran Narkoba, Kalapas Kelas II A Padang Lakukan Tes Urien 

  Dibaca : 57 kali
Cegah Peredaran Narkoba, Kalapas Kelas II A Padang Lakukan Tes Urien 
SAKSIKAN—Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Padang Era Wiharto saksikan langsung prosesi pemeriksaan urien.

PADANG, METRO–Cegah penya­lah­gu­na­an dan peredaran gelap narkoba yang dilakukan oleh warga binaan, Lem­baga Pemasyarakatan (La­pas) Kelas IIA Padang, melakukan tes urien se­cara mendadak terhadap ratusan warga binaan pe­masyarakatan (WBP), Ka­mis (19/8).

Kegiatan dadakan ini bekerjasama dengan Kon­selor Rehabilitasi, dan di­sak­sikan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Padang Era Wi­harto didampingi oleh Ke­pala Seksi Bimbingan Nara­pidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Bayu Nurindra dan Kepala Kesatuan Penga­manan Lapas (Ka. KPLP) Bagus Dwi Siswandono serta Petugas Pengelola Pembinaan Kepribadian Marwanto dan Muham­mad Iqbal.

Kalapas Era Wiharto menyampaikan bahwa ke­giatan ini merupakan satu langkah progresif dalam rangka cegah dan bera­n­tas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di dalam Lapas.

“Saat ini kita tidak ma­in-main dengan sanksi yang akan diberikan kepada war­ga binaan yang terbukti masih bermain dengan barang terlarang tersebut. Tidak hanya bagi WBP, hal ini juga berlaku bagi se­luruh petugas pema­sya­rakatan sebagai wujud ke­seriusan komitmen Pema­syarakatan perang me­lawan Narkoba,”ungkap Era Wiharto.

Dari total sebanyak 127 orang WBP dengan rincian 54 orang WBP Rehab So­sial, 51 orang WBP Reha­bilitasi Medis dan 22 orang WBP perangkat santri yang telah diuji, diperoleh hasil bahwa seluruh WBP Reha­bilitasi Sosial menunjukkan hasil yang negatif.

Sementara itu, dari 51 sample milik WBP Reha­bilitasi Medis menunjukkan empat orang positif Benzo. Setelah dikonfirmasi, ter­nyata empat orang ter­sebut tengah mengkon­sumsi obat rutin yang dibe­rikan oleh tim kesehatan Lapas Kelas IIA Padang.

Tidak hanya WBP R­e­habilitasi yang menjadi sa­saran tes urin dadakan ini, 22 orang para perang­kat baru Santri Lapas Kelas IIA Padang juga menjadi target.

“Alhamdulillah dari 22 sample milik perangkat santri yang baru saja diku­kuhkan beberapa waktu yang lalu menunjukkan hasil yang negatif. Mudah-mudahan kedepannya te­tap seperti ini sehingga para perangkat santri ter­sebut benar-benar bisa amanah dalam melak­sa­nakan tugas­nya dan ter­hindar dari ba­rang ter­larang terse­but,” tuturnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional