Menu

Cegah Penyebaran Rabies Sumbar, PORBBI Kerjasama dengan Disnakeswan

  Dibaca : 73 kali
Cegah Penyebaran Rabies Sumbar, PORBBI Kerjasama dengan Disnakeswan
FOTO BERSAMA--Ketua PORBBI Sumbar Verry Mulyadi foto bersama dengan pejabat jajaran Disnakeswan Sumbar, saat menjalin kerjasama.

PADANG, METRO–Ketersediaan vaksin untuk hewan penular rabies di Sumbar kini sangat terbatas, karena anggaran harus terfokus untuk pe­nanganan Covid-19. Edu­kasi dan bahaya penyakit menular itu, perlu keter­libatan semua pihak. Untuk itu, Porbbi Sumbar ber­komitmen dan ikut andil dalam kegiatan pence­gahan.

Caranya mengajak pa­ra pemburu melakukan vaksinasi untuk anjing pem­buru mereka.Dinas Peter­nakan dan Kesehatan He­wan (Disnakeswan) Sum­bar mencatat, dalam satu tahun  ada sekitar 25 ribu ekor anjing pemburu yang masuk Sumbar.

Dalam aturannya, ter­nak untuk berburu yang masuk ke Sumbar itu harus divaksin, tujuannya agar hewan tersebut tidak men­jadi Hewan Penular Rabies (HPR). Dinas Peternakan Kesehatan Hewan saat pada 2021 ini hanya men­dapat jatah kuota 10 ribu vaksin. Sebelumnya pada 2020 kuota vaksin sebanyak 40 ribu vaksin.

Dalam hal ini, siasat menanggulangi keter­bata­san vaksin yang dila­kukan dinas adalah mem­per­ba­nyak edukasi dan sosia­lisasi ke masyarakat dan para pemburu. Berun­tung PORBBI Sumbar mem­buka tangan sangat lebar dan ikut berkomit­men mem­bantu edukasi untuk pen­cegahan penya­kit rabies tersebut. “Kami sangat berterima kasih dan me­nga­presiasi Porbbi Sum­bar, mau bergan­de­ngan tangan dan bekerja­sama,” sebut Kabid Kese­hatan Hewan, Zed Abbas.

Pertemuan Komunikasi Informasi dan Edukasi Ba­haya Penyakit Rabies se­bagai Penyakit “Zoonosis” yang diselenggarakan Dis­nakeswan Sumbar yang kerjasama dengan Porbbi Sumbar yang bertempat di BPP Bukit Sundi, Mua­ro­paneh, Solok, Selasa (25/5). Hadir dalam kegiatan itu Ketua PORBBI Sumbar Ver­r­y Mulyadi, Sekretaris Bermansyah dan Arky Faj­rin dan pihak terkait lain­nya. Ia menyebutkan, Por­b­bi Sumbar adalah or­ga­nisasi yang kuat di ma­syarakat. Untuk itu perlu peran Porbbi Sumbar men­cegah penularan penyakit rabies di tengah masya­rakat itu sendiri.

Katanya, rabies penu­la­rannya bisa dari anjing-anjing yang tidak terurus atau dilepas liar. Disinilah peran Porbbi sangat dibu­tuhkan karena langsung melakat ke para pemburu dan masyarakat.Ke depan, ia berharap kerja sama dengan Porbbi Sumbar terus berlanjut. Karena memang selama ini komu­nikasi memang kurang terjalin. “Alhamdulillah, komunikasi dan koordinasi bisa menyukseskan program kerja terutama dalam pengentasan penyakit rabies,” kata Zed.

Sementara, Ketua Porb­bi Sumbar Verry Mulyadi mengatakan, Porbbi Sum­bar sangat berkomitmen untuk mendukung prog­ram pemerintah terutama dalam pencegahan penye­baran rabies.

Salah satunya adalah, menyeleksi hewan berburu dengam cara memilih he­wat sehat yang dida­tang­kan dari luar Sumbar. Se­lain itu para pemburu juga dianjurkan memvaksin an­jing pemburunya.  “Jadi bisa dikatakan anjing pem­buru yang digunakan su­dah dicek kesehatan dan divaksin. Ini salah satu bentuk kepedulian kami agar anjing pemburu tidak jadi HPR,” ujar Verry.

Verry menambahkan, edukasi juga akan terus dilakukan pihaknya hinga ke tingkat daerah. Karena sudah seharusnya Porbbi Sumbar berperan dalam pencegahan rabies. “Porb­bi Sumbar akan ikut andil dalam memberantas pe­nya­kit rabies di Sumbar,” tegas Verry.

Dengan adanya kerja sama bersama Disna­kes­wan untuk ke depannya Porbbi Sumbar bakal men­jalankan program vak­sina­si pencegahan rabies ter­hadap anjing yang masuk ke Sumbar.  Tentunya program ini tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan. Jika hal ini tidak dilakukan dengan  banyaknya anjing yang masuk ke Sumbar lebih kurang perbulan 250 ekor per bulan, ditakutkan dapat menyebabkan berjang­kit­nya rabies di Sumbar.

“Vaksin yang diberikan kepada anjing yang datang dari Pulau Jawa belum menjamin. Apa betul di­vaksin atau tidak atau ha­nya sekadar surat vaksin saja yang ada, sementara ternaknya tidak pernah divaksin sama sekali,” se­but Exco PSSI 2016-2020 ini.

Oleh karena itu pe­ngu­rus Porbbi Sumbar siap untuk mendukung me­nyo­sialisasikan vaksinasi ter­nak dan menyeleksi anjing pemburu yang masuk ke Sumatera Barat sehingga betul-betul sehat dan tidak terjangkit rabies. “Jadi sudah saatnya Porbbi Sum­bar terus bergan­de­ngan dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sesi Pencegahan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Supri­yadi juga mengapresiasi komitmen dan dukungan Porbbi Sumbar dalam pen­cegahan penyakit rabies. Ia menyebut, Solok ter­masuk tinggi kasus rabies di Sumbar. Ada 1 atau 2 kasus per tahunnya. Bah­kan tahun lalu ada warga meninggal karena ra­bi­es.”Jadi pencegahan dan edukasi perlu dilakukan secara bersama-sama,” kata Supriyadi. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional