Close

Cegah Penyebaran Berita Hoax, Polda Sumbar Kolaborasi dengan Instansi dan Masyarakat

FGD— Polda Sumbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan “Kolaborasi Pencegahan Berita Hoax” yang dihadiri Forkopimda dan mahasiswa.

PADANG, METRO–Polda Sumbar terus berupaya mencegah pe­nyebaran berita bohong atau hoax untuk terwujudnya keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif. Salah satu upayanya, berkolaborasi melibatkan masya­rakat dan Instansi terkait.

Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto,, potensi hoax di media sosial begitu cepat sehingga perlu dilakukan langkah pencegahan. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan pengawasan media sosial dengan kolaborasi bersama.

“Acara ini dilaksanakan dengan maksud memantau kualitas manajemen media, baik konvensional atapun online agar tidak adanya penyalahgunaan media oleh pihak yang bertanggung jawab yang mendorong timbulnya hoax di ma­syarakat,” kata Wakapolda saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kolaborasi Pencegahan Berita Hoax”, pada Selasa (28/9).

Di sela kegiatan tersebut, juga terdapat launching aplikasi Lawan Hoaks dari rekan-rekan mahasiswa Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang.

Sementara Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, telah banyak beredar berita hoax yang dibuat masyarakat atau orang yang tidak bertanggung jawab, dan mengakibatkan meresahkan masyarakat lainnya.

“Ini salah satu inisiatif menggandeng Forkopimda dan mahasiswa serta lembaga adat mencari solusi persoalan yang ada. Kita berharap ide pencegahan, kolaborasi ini ke tingkat nasional,” katanya.

Sementara, Ketua PWI Sumatera Barat Heranof Firdaus menyebutkan, persoalan ini memang harus dihadapi secara bersama dan mencerdaskan ma­syarakat dalam mencegah penyebaran hoax. “Hoax banyak beredar di media sosial, sementara untuk media massa ada kode etik yang mengatur agar pemberitaan itu agar jauh dari penyimpangan informasi atau berita bohong,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri beberapa narasumber dari berbagai lini. Seperti, Akademisi dari Politeknik Negeri Padang, Ketua LKAAM Sumbar, Pemprov Sumatra Barat, Korem 032 Wirabraja, Pengadilan Tinggi Pa­dang, Kejaksaan Tinggi Su­matra Barat, Mahasiswa, serta stakeholder lainnya. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top