Menu

Cegah Kelangkaan di Nagari Bahagia Pasaman, BUMNag bakal Kelola Distribusi Pupuk Petani

  Dibaca : 74 kali
Cegah Kelangkaan di Nagari Bahagia Pasaman, BUMNag bakal Kelola Distribusi Pupuk Petani
Amri Pasaribu

PASAMAN, METRO
Kelangkaan pupuk subsidi masih dikeluhkan petani di Pasaman, khususnya di Nagari Bahagia, Kecamatan Padang Gelugur. Kelangkaan pupuk itu terjadi hampir setiap tahun saat musim tanam tiba. Kondisi itu jelas menyulitkan masyarakat petani.

Anehnya, pupuk bersubsidi justru banyak keluar saat petani tidak lagi membutuhkan. Malah, sebagian kios nakal sengaja menjual pupuk jatah petani ini ke pihak lain. Jikalau pun ada, harga pupuk subsidi itu dijual mahal melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Guna mengatasi hal tersebut, Wali Nagari Bahagia Padanggelugur, Amri Pasaribu berencana menjadikan BUMNag Koto Nan Tigo milik nagari itu sebagai distributor pupuk bersubsidi kepada petani setempat. “Ini untuk kepentingan masyarakat serta mencegah terjadinya kelangkaan dan penyelewengan pupuk bersubsidi di tengah masyarakat,” kata Amri.

Ia menyebutkan, banyak manfaat jika pendistribusian pupuk kepada petani dikelola oleh BUMNag. Salah satunya, jatah pupuk untuk petani tidak akan hilang meski tidak diambil walau dalam jangka waktu lama. Sehingga ketersediaan pupuk di tengah masyarakat tetap terjaga. Konsepnya kalau di BUMNag, jatah pupuk untuk petani tidak akan hilang.

“Lain hal dengan di kios, jatah untuk petani itu bisa hilang dalam dua sampai empat hari karena tidak ditebus oleh petani karena ketiadaan uang saat pupuk datang,” jelas dia.

Ia menambahkan, kesiapan BUMNag setempat jika dipercaya menjadi distributor atau penyalur pupuk bersubsidi di nagari itu. Bahkan, kata dia, rencananya itu didukung banyak pihak, termasuk masyarakat petani. Dalam waktu dekat, BUMNag ini akan presentasi di provinsi tentang rencana jadi pilot project pendistribusian pupuk subsidi di Pasaman.

“Rencana ini juga didukung aleg DPRD Sumbar, Khairuddin Simanjuntak, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar dan legilastor kita di Senayan, Ibu Nevi Zuarina. Kita sudah bicarakan tentang hal ini,” ungkap Amri.

Ia menegaskan, BUMNag setempat tidak berencana mematikan usaha rakyat yang sudah ada. Rencana tersebut didasari atas banyaknya keluhan masyarakat soal kelangkaan pupuk bersubsidi saat masa tanam tiba.

“Saya tegaskan, upaya besar kita ini bukan untuk mematikan usaha masyarakat yang telah ada dan selama ini telah mendistribusikan pupuk kepada petani. sehingga memudahkan mereka mendapatkan pupuk. Menjamin ketersediaan pupuk bagi mereka (petani),” jelas dia.

Amri menjelaskan, saat ini jumlah kelompok tani (keltan) di nagari itu sebanyak 34 keltan, dengan luas areal tanam mencapai puluhan hektare. Nagari Bahagia Padanggelugur, salah satu lumbung beras di Pasaman. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional