Menu

Cegah DBD, Warga ABTB Giatkan PSN

  Dibaca : 414 kali
Cegah DBD, Warga ABTB Giatkan PSN
razia pcc— Kasat Narkoba Polres Dharmasraya Iptu Kalbert Jonaidi saat menggelar razia pil PCC ke sejumlah apotek yang tersebar di Dharmasraya, kemarin.
dbd

Stop DBD

ABTB, METRO–Seiring dengan terjadinya beberapa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bukittinggi akhir-akhir ini terus ditindaklanjuti oleh pemerintah Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) bersama masyarakat dengan menggelar gotong royong massal di setiap kelurahan. Setidaknya, untuk pencegahan dilaksanaka Goro setiap hari minggu, seperti pada Minggu (14/2) pagi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh aparatur kelurahan dan kecamatan, Babinsa, Babinkamtibmas, Puskesmas, RT/RW, kader dan segenap lapisan masyarakat. Camat ABTB diwakili Sekcam Yelrizon SSH yang turun langsung ke lapangan bersama lurah-lurah, sangat puas melihat kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat mengikuti goro massal dalam rangka memerangi penyakit DBD melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ini.

”Keikutsertaan masyarakat ini sangat kita butuhkan, karena jika pemerintah saja yang berbuat tanpa dukungan dari masyarakat, mustahil apa yang akan kita wujudkan dapat tercapai. Oleh sebab itu, kita sangat mengapresiasi tanggapan positif dari masyarakat terhadap himbauan dan ajakan yang telah kita sampaikan beberapa hari sebelumnya. Terima kasih yang tak terhingga kita sampaikan kepada semua lapisan masyarakat yang telah berbuat untuk mencegah meluasnya kasus DBD ini,” kata Yelrizon.

Terlihat jelas, masyarakat yang melakukan PSN di lingkungan rumah masing-masing membersihkan saluran-saluran air, mengubur barang-barang bekas dan menguras bak-bak penampungan air yang ada. Karena menurut pimpinan Puskesmas 13 dr Yenni, PSN lebih efektif dilakukan untuk mencegah berkembangnya nyamuk-nyamuk Aedes Agypti sebagai penular DBD yang cukup membahayakan, dibanding melakukan fogging.

”Untuk melakukan fogging disamping ada aturan dan ketentuannya, dia hanya akan membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentiknya tidak mati. Jika kita keseringan melakukan fogging pun, nyamuk-nyamuk tersebut lama-lama akan kebal dengan zat yang disemprotkan tersebut dan juga tidak bagus bagi kesehatan manusia sendiri,” ujar dr Yenni.

Kepedulian lainnya juga ditunjukkan oleh masyarakat dengan melakukan goro massal di sepanjang jalan utama kelurahan dan kecamatan. Ini juga partisipasi yang tidak kalah pentingnya diharapkan dari masyarakat. Karena kota Bukittinggi dalam waktu dekat juga akan mengikuti penilaian Adipura. Penghargaan di bidang kebersihan ini sudah sangat dirindukan untuk dapat diraih kembali oleh kota Bukittinggi, beberapa tahun belakangan ini belum berhasil memperolehnya.

”Mudah-mudahan dengan dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kebersihan ini, juga akan menjadikan masyarakat kita masyarakat yang sehat disamping untuk meraih prestasi yang membanggakan untuk kota yang kita cintai ini,” tandas Yelrizon mengimbau. (wan)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!