Menu

Cegah Covid-19, Penumpang Dibatasi, Organda bakal Naikkan Tarif hingga 30 Persen

  Dibaca : 94 kali
Cegah Covid-19, Penumpang Dibatasi, Organda bakal Naikkan Tarif hingga 30 Persen
INSPEKTUR— Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Heri Nofiardi bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional, Kamis (17/9) di halaman kantor Dinas Perhubungan Sumbar.

PADANG, METRO
DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Sumbar mulai ancang-ancang menaikkan tarif angkutan umum, akibat dampak dari pandemi Covid-19 saat ini. Ketua DPD Organda Provinsi Sumbar, S. Budi Syukur mengatakan, rencana kenaikan tarif ini dilakukan, karena adanya pembatasan penumpang angkutan umum, dalam upaya pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kondisi ini akan berdampak kenaikan tarif. Karena terjadinya pembatasan penumpang yang naik angkutan. Masyarakat dan pemerintah harus memahami kondisi ini. Jika tidak, akan menimbulkan kerugian yang besar bagi usaha transportasi,” terang Budi Syukur, usai upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional, Kamis (17/9) di Halaman Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar.

Kapan rencana kenaikan tarif ini? Budi Syukur mengatakan, akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Namun, pihaknya perlu melihat beberapa waktu ke depan di lapangan. “Kita tinjau dulu di lapangan. Dengan penumpang 100 persen, kita turunkan menjadi 70 persen hingga 50 persen akibat pembatasan untuk menjaga jarak. Ini akan berpengaruh kenaikan tarif hingga 30 persen nanti,” tambahnya.

Budi Syukur menambahkan, kenaikan tarif sebesar 30 persen nantinya, untuk bus kelas eksekutif. Sementara, untuk kenaikan tarif ekonomi perlu adanya kesepakatan dengan pemerintah. “Kalau tarif eksekutif, kita yang mengatur. Kalau tarif ekonomi ada kesepakatan dengan pemerintah. Kita bicarakan dengan Dinas Perhubungan nantinya, supaya ada beberapa persetujuan,” terangnya.

Terkait Peraturan Daerah (Perda) tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Sumbar, yang baru disahkan Pemprov Sumbar bersama DPRD Provinsi Sumbar, Budi Syukur menegaskan, Organda Sumbar menyambut baik hadirnya perda ini. “Organda Sumbar mendukung dan menyambut baik hadirnya perda ini. Karena di dalam perda ini diatur aturan yang harus dipatuhi seluruh masyarakat,” ungkap Budi Syukur.

Khusus di sektor transportasi, Budi Syukur memandang, perda ini justru menyelesaikan pekerjaan pelaku transportasi yang sudah ada selama ini. Menurutnya, hadirnya perda ini, maka sudah memiliki aturan jelas yang harus diikuti. Sehingga operator di lapangan tidak ragu-ragu mengingatkan penumpangnya, terkait protokol kesehatan dan sanksinya.

Masyarakat yang naik angkutan, juga tidak ragu-ragu juga melaksanakan aturan. “Dengan adanya perda ini, kami merasa nyaman, masyarakat juga nyaman. Dengan adanya perda ini, ada kepastian hukum, kami bisa menegaskan kepada PO untuk wajib menaati aturan ini. Bagi yang tidak menaati, maka akan ditinggalkan konsumen. Sehingga Covid-19 bisa dicegah perkembangannya,” terangnya.

Namun meskipun sudah ada perdanya, Budi Syukur juga mengingatkan, agar petugas penegak hukum di lapangan tidak bisa sertamerta. Perlu sosialisasi yang luas kepada masyarakat dan pengusaha transportasi.

Sementara, Kadis Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi mengatakan, pihaknya menunggu instruksi Gubernur Sumbar, selaku pimpinan, terkait koordinasi di lapangan terkait upaya penegakan hukum perda tersebut.

“Perda sudah disahkan. Kini menunggu finishing dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Kita sifatnya menunggu petunjuk. Selama ini di lapangan, sebelum adanya perda ini, kita sudah ada tim terpadu untuk koordinasi. Namun, terkait penegakan hukum sanksi yang diatur dalam perda tersebut, kita tunggu petunjuk dan instruksi Gubernur,” terangnya.

Namun demikian, Heri mengungkapkan, sebelum lahirnya perda tersebut, pihaknya sudah mengawali dengan hadirnya pos perbatasan di tujuh titik perbatasan keluar masuk Provinsi Sumbar. Di mana melalui pos pengawasan tersebut, dilakukan pendataan, pengawasan terhadap orang yang masuk, agar memakai masker, melakukan pengecekan suhu badan serta menerapkan physical distancing. Begitu juga stakeholder di sektor perhubungan darat, laut, udara dan kereta api, telah dilakukan pengawasan masyarakat, agar menerapkan protokol kesehatan. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional