Menu

Catur Virgo Bantah Beri Keterangan Palsu dan Penipuan

  Dibaca : 326 kali
Catur Virgo Bantah Beri Keterangan Palsu dan Penipuan
Beri Keterangan Palsu dan Penipuan

PADANG, METRO
Catur Virgo melalui kuasa hukumnya Nurlina. K, SH.,MH membantah tuduhan memberikan keterangan palsu dan penipuan pada bukti otentik berupa akta jual beli tanah seluas 1.000 meter persegi yang objeknya berada di depan Ramayana Kota Payakumbuh. Selain itu, dalam kasus pidana yang menjeratnya Catur Virgo sebagai pembeli tanah bukan sebagai Notaris.

Dijelaskan Nurlina, pada tahun 1998, pemilik tanah Suryanti Yuliarni terjadi kesepakatan jual beli dengan Mayori seharga Rp 240 juta. Dalam perjanjian itu pembelian dengan tiga kali pembayaran. Termen pertama Mayori menyerahkan uang Rp 25 juta sebagai uang muka kepada Notaris Laurensia Sitinyoman bukan kepada penjual atau pemilik tanah.

“Meski ada kesepakatan jual beli, pemilik tanah tidak pernah menerima uang muka (DP). Uang itu dipegang oleh Notaris yang dibuktikan dengan adanya surat pernyataan dari noraris Laurensia Sitinyoman. Dalam pernyataan itu, uang Rp 25 juta yang diserahkan Mayori diterima notaris sebagai uang muka untuk pengosongan lahan dan tidak ada diterima pemilik tanah,” ungkap Nurlina.

Nurlina menegaskan, begitu juga termen kedua dan ketiga tidak terjadi pembayaran yang dijanjikan kepada pemilik tanah. Dalam perjanjiannya, Mayori harusnya melakukan pembayaran pembelian tanah termen kedua Rp 100 juta dan termen ketiga Rp 115 juta, tetapi Mayori tidak menyerahkan pembayaran pembelian tanah tersebut kepada penjual (pemilik tanah).

“Dari tahun 1998 terjadi perjanjian jual beli hingga tahun 2009, Mayori tidak ada melakukan ada melakukan pembayaran uang kepada penjual. Kemudian pada tanggal 31 Januari 2009, pemilik tanah Suryanti Yuliarni menjual tanah tersebut kepada Catur Virgo. Catur Virgo langsung membayar lunas kepada pemilik Suryanti Yuliarni, yang mana pembayaran dilakukan di hadapan Notaris/PPATK Yuliarni di Padang,” ujar Nurlina.

Ditambahkan Nurlina, Catur Virgo tidak mengetahui adanya perjanjian jual beli pada tahun 1998 antara pemilik tanah dengan Mayori, akan tetapi diketahui pada tahun 2010 yang artinya, Catur Virgo mengetahui setelah satu tahun melakukan jual beli dengan Suryanti Yuliarni. Selain itu, setelah tanah dibeli oleh Catur Virgo baru kemudian Mayori melakukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Padang.

“Alhamdulillah, Kamis (5/3), gugatan perdata Mayori terhadap Catur Virgo di Pengadilan Negeri Padang dengan nomor 128/Pdt.6/2009, ditolak oleh majelis hakim dan kemudian menerima eksepsi tergugat yaitu Catur Virgo. Walaupun belum incraht, tetapi untuk saat ini sudah cukup membuktikan kalau Catur Virgo pembeli yang sah dari objek sengketa tersebut,” jelas Nurlina.

Menurut Nurlina, jika yang dipersoalkan pada akta jual beli pasal 4 menyatakan tanah dalam status tidak dalam sengketa, dalam hal ini Catur Virgo jelas tidak mengetahui adanya ikatan jual beli antara pemilik tanah dengan Mayori. Sementara, Catur Virgo hanya berperan sebagai pembeli dan sudah membayarnya secara lunas.

“Sehubungan ditetapkannya Catur Virgo sebagai tersangka, dalam hal ini Catur Virgo sebagai pembeli bukan sebagai Notaris. Kita menghormati proses hukum terkait pidana yang menjerat klien saya. Catur Virgo merupakan pembeli yang beritikad baik dan dibuktikan dengan ditolaknya gugatan dari Mayori,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional