Menu

Camat ABTB Hendri Sertijab dengan Nadiatul Khairiah di Bukittinggi

  Dibaca : 65 kali
Camat ABTB Hendri Sertijab dengan Nadiatul Khairiah di Bukittinggi
SERTIJAB— Jabatan Camat ABTB diserahterima dari Hendri kepada Nadiatul Khairiah, yang merupakan camat perempuan pertama.

BUKITTINGGI, METRO–Nadiatul Khairiah menjadi camat perempuan perdana di Kota Bukittinggi. Setelah dilantik akhir Agustus lalu, jabatan Camat ABTB diserahterimakan dari Hendri kepada mantan Lurah Sapiran dan Birugo itu di halaman Kantor Camat ABTB, Minggu (5/9).

Selain serah terima jabatan Camat, pada kesempatan itu, juga diserahterimakan jabatan Ketua TP PKK dari Ny Wenny Hendri kepada Ny Yulianda Syukri, yang merupakan istri dari Sekretaris Camat ABTB yang juga baru dilantik Syukri.

Camat ABTB sebelumnya, Hendri yang kini menjabat Kabag Pemerintahan Setdako, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasama seluruh stakeholder kecamatan selama ini. Banyak yang telah dilakukan secara bersama dan hal itu tak lepas dari dukungan penuh Ni­niak Mamak, Bundo Kanduang, tokoh masyatakat serta Forkopimca ABTB.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan selama 4 tahun 8 bulan ini dan memohon maaf atas keselahan dan hal hal yang dirasa belum sempurna selama menjabat sebagai Camat ABTB. Kami berharap dukungan yang telah diberikan dapat ditingkatkan di masa yang akan datang dibawah kepemimpinan Ibuk Nadia,” ujar Hendri.

Sementara itu, Camat ABTB yang baru, Nadiatul Khairiah, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan wali kota kepada­nya untuk memegang a­manah yang cukup berat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota yang telah menga­manahkan jabatan ini kepada kami dan juga ama­nah sekcam kepada Syukri. Kami tentunya butuh ba­nyak masukan, arahan dan juga dukungan Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan seluruh stakeholder kecamatan serta masya­rakat ABTB,” ujar Nadiatul.

Nadia yang juga pernah menjabat sebagai Kasu­bag Perencanaan di kecamatan ABTB, menambahkan, tugas sebagai camat menjadi sebuah amanah yang berat. Prinsip dasar­nya, bukan berapa lama memangku sebuah jabatan, tapi berapa banyak perubahan ke arah lebih baik yang telah dilakukan.

“Kami sangat menyadari, tugas utama melidu­ngi rakyat, bukan menguasai jalan hidup rakyat, me­ngayomi bukan mengebiri, melayani bulan dilayani, melestarikan bukan me­ngakhiri, turun tangan bukan tunjuk tangan, mela­yaninhak masyarakat bkan mengambil alih fugsinya,” ungkap Nadiatul.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, keputusan membuat kebijakan untuk pergantian atau mutasi, rotasi, dilakukan dalam rangka penguatan pelayanan dan fungsi pemerintah di tengah-te­ngah masyarakat. Harus ada regenarasi pengkaderan yang lebih cepat di kota Bukittinggi ini.

“Sehingga inovasi-i­novasi dalam rangka melayani dan menyelesaikan tugas-tugas pemerintah dalam rangka memberikan solusi, dari setiap masalah, di tingkat masyarakat bisa cepat diselesaikan,” ung­kap Erman.

Wako berharap, sebagai camat perempuan pertama di Bukittinggi, Nadia harus dapat lebih ba­nyak turun ke masyarakat dari pada duduk di kantor. Banyak masyarakat kurang mampu, kaum dhuaffa yang harus dibantu.

“Seluruh aspirasi ma­syarakat ABTB harus cepat diserap oleh camat. Ibu Nadia diangkat sebagai camat karena prestasinya, yang kami nilai mampu untuk menyelesaikan persoalan di tengah masya­rakat ABTB. Kami harap Ibu Nadia bersama Sekcam, Syukri dapat bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat, memberikan yang terbaik untuk Kecamatan ABTB,” ujar Erman. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional